Banjarbaru Antisipasi Penyebaran Flu Burung

oleh
oleh

Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan mengantisipasi penyebaran penyakit flu burung yang menyerang unggas di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Kami sudah mengantisipasi penyebaran flu burung yang menyerang unggas sehingga diharapkan tidak lagi muncul kasus seperti itu," ujar Kepala Distankanhut Banjarbaru Puspa Kencana, Kamis.<br /><br />Menurut Puspa didampingi Kabid Peternakan Rosita, pihaknya sudah melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada peternak unggas agar memperhatikan kebersihan kandang binatang peliharaannya.<br /><br />Selain kebersihan kandang peternak juga diminta menyemprotkan disinfektan atau cairan pembasmi hama dan virus di sekitar kandang guna mencegah berkembangnya penyakit yang setiap saat bisa menyerang unggas.<br /><br />"Sejauh ini, peternak sudah melaksanakan langkah antisipasi seperti yang diarahkan sehingga diharapkan tidak ada lagi kasus flu burung yang menyerang unggas," ungkap Rosita.<br /><br />Dikatakan, pihaknya pada awal Januari menerima laporan kematian mendadak belasan ekor unggas jenis ayam bukan ras di Kelurahan Loktabat Utara tetapi setelah dilakukan tes cepat ternyata akibat penyakit Tetelo.<br /><br />"Hasil tes cepat menunjukkan unggas yang mati terserang Tetelo, tetapi kami tetap waspada karena gejala yang terlihat seperti terkena flu burung sehingga mengambil sampelnya untuk diperiksa di lab," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Rosihan Adhani mengatakan, dari hasil pemeriksaan laboratorium kasus kematian unggas di Banjarbaru positif akibat flu burung.<br /><br />Dilaporkan, unggas yang mati mencapai ratusan ekor ayam bukan ras yang berasal dari sebuah peternakan di kecamatan Liang Anggang Banjarbaru dan mati mendadak dengan ciri-ciri terserang flu burung.<br /><br />"Hasil pemeriksaan positif terserang flu burung tetapi penularannya tidak sampai ke manusia dan sudah diantisipasi dengan membakar dan mengubur unggas tersebut," ujarnya.<br /><br />Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Anjam mengatakan, kasus flu burung di Kota Banjarbaru terjadi pada tiga bulan lalu, dan sekitar seratus ayam yang ada di sekitar lokasi sudah langsung di bakar.<br /><br />"Begitu ada informasi di sekitar peternakan ada ayam yang terkena flu burung langsung kita musnahkan dengan di bakar dan bekasnya langsung dikubur," katanya.<br /><br />Selain di Banjarbaru, serangan flu burung juga terjadi di Kabupaten Kotabaru sekitar 500 ekor burung puyuh juga telah dimusnahkan karena terindikasi adanya penyebaran flu burung. <strong>(phs/Ant)</strong></p>