Banjarbaru Kalsel Disiapkan Menjadi Kota Pintar

oleh

Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, disiapkan menjadi kota pintar atau "Smart city" dengan mengandalkan pelayanan publik berbasis teknologi informasi di seluruh sektor. <p style="text-align: justify;">"Mulai 2016, Pemkot Banjarbaru berupaya memberikan pelayanan berbasis teknologi informasi sehingga bisa menjadi kota pintar," ujar Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor, Kamis.<br /><br />Ia mengatakan hal tersebut usai Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah 2016 di aula Gawi Sabarataan yang diikuti pejabat pemkot dan tokoh masyarakat lainnya.<br /><br />Menurut wali kota didampingi Plt Sekretaris Daerah Said Abdullah, sudah saatnya pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat transparan dan cepat.<br /><br />"Pelayanan publik yang transparan dan cepat berbasis teknologi informasi akan dijadikan andalan sehingga bagi siapa pun yang berurusan semakin mudah dan cepat," kata Said.<br /><br />Dijelaskan, konsep tersebut sesuai tema pembangunan tahun 2016 yakni meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pelayanan publik berbasis teknologi informasi.<br /><br />Selain itu, juga didukung sistem infrastruktur perkotaan interkoneksi dan berwawasan lingkungan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang maju, nyaman dan sehat.<br /><br />"Kami yakin, pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi mampu mendorong perekonomian masyarakat lebih maju didukung infrastruktur perkotaan interkoneksi," ucapnya.<br /><br />Ditekankan Plt Sekda, pelayanan publik yang disiapkan bukan hanya dari penetapan prosedur tetapi juga didukung teknologi informasi yang mendukung pelaksanaannya.<br /><br />"Siapa pun yang ingin berurusan, tinggal membuka internet dan seluruh data maupun informasi bisa diperoleh dengan mudah dan bisa melihat tata caranya," kata dia.<br /><br />Ditambahkan, Pemkot Banjarbaru akan menyiapkan data berbasis teknologi informasi dan anggaran yang mencukupi sehingga bisa mewujudkan kota pintar dengan pelayanan publik terbaik.<br /><br />"Anggaran disiapkan mulai 2016 yang digunakan untuk pembelian perangkat disamping melatih aparatur sehingga bisa menggunakan teknologi informasi," katanya. (das/ant)</p>