Banjarmasin Berharap Kedatangan Kapal Pesiar Dari Prancis

oleh

Pemerintah Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan berharap kapal pesiar berbendera Prancis dengan 230 wisatawan berkunjung ke kota ini. <p style="text-align: justify;">"Kita berharap kapal membawa wisatawan dari berbagai negara itu tidak membatalkan rencananya ke kota ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Banjarmasin Nur Hasan kepada wartawan di Balaikota Banjarmasin, Rabu.<br /><br />Pernyataan Nur Hasan tersebut setelah mendengar kabar terakhir bahwa kapal yang pertama kali ke Indonesia itu membatalkan merapat di Banjarmasin.<br /><br />"Konon rute perlayarannya di Indonesia dirampingkan sehingga Banjarmasin terlewatkan," kata Nur Hasan.<br /><br />Ia menyayangkan jika kedatangannya dibatalkan. Pemkot telah melakukan persiapan penyambutan yang begitu matang, bahkan jauh-jauh hari telah memasang baliho (papan reklame) ucapan selamat datang kapal pesiar itupun di pajang di depan Balaikota Banjarmasin.<br /><br />"Hari ini, Selasa (4/4) kita melakukan rapat bersama instansi lainnya termasuk PT Pelindo dan travel terkait mengenai kesiapan kedatangan turis itu PT Borneo Indo Tors," katanya.<br /><br />Pihak travel yang menjadi media komunikasi kedatangan kapal pesiar itu juga terus berusaha mengkonfirmasinya.<br /><br />"Pihak travel, kepastian datang atau batal kapal itu bisa diketahui pukul 00.00 Wita (Rabu malam). Makanya kita lagi menunggu kepastiannya juga," tuturnya.<br /><br />Berdasarkan rencana, kapal pesiar dengan ratusan wisatawan menyinggahi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan pemkot akan melakukan penyambutan secara resmi.<br /><br />Rencananya, Wali Kota Banjarmasin H Muhidin akan melakukan penyambutan para wisman Senin 9 April 2012 pukul 7.00 pagi.<br /><br />Berbagai atraksi seni akan ditampilkan dalam penyambutan wisman yang pertama kali datang secara rombongan dengan kapal pesiar tersebut. Atraksi seni itu antara lain tarian soinoman hadrah.<br /><br />Para wisman itu juga akan diberikan kalungan bunga oleh Wali Kota H Muhidin dan mereka akan mendapat hidangan kuliner khas Banjar yang dikenal dengan istilah "wadah 41 macam." Selain itu, mereka juga disuguhi musik tradisional Kalsel yang disebut "musik panting", kata Nur Hasan.<br /><br />Rencananya para wisman selama di kota seribu sungai yang menonjolkan kepariwisataan sungai tersebut akan diberikan identitas kain khas setempat yang disebut kain Sasirangan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>