Banjarmasin Bisa Menjadi Kota Banjir

oleh

Kota Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, bisa menjadi sebuah kota banjir, bila kondisi sungai yang kian rusak terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan, kata pengamat perkotaan Bachtiar Noor Graddip. <p style="text-align: justify;">Kepada wartawan di Balaikota Banjarmasin, Rabu, dia mengatakan jika keadaan sungai wilayah ini tak ditangani secara cepat dan cermat, tidak menutup kemungkinan debit air sungai yang terus naik lambat laun akan akan tumpah ke daratan.<br /><br />Permukaan air laut belakangan ini kian naik menyusul terjadinya perubahan iklim yang ektrim, sehingga air laut pun akan masuk ke sungai, bila sungai tidak tertangani dengan baik maka permukaan air sungai pun akan meningkat tajam.<br /><br />Padahal kian banyak sungai di wilayah berjuluk kota seribu sungai ini yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan akibat tercemar limbah rumah tangga dan industri.<br /><br />Belum lagi gulma air terus menyerang sungai di Banjarmasin hingga sungai kurang berfungsi semestinya, sementara kawasan resapan air yang dulu masih luas setelah kian majunya pembangunan maka wilayah resapan air kian berkurang.<br /><br />"Bila kondisi demikian terus dibiarkan tak tertutup kemungkinan air sungai akan masuk ke daratan lalu kota ini menjadi sebuah kota banjir," tuturnya.<br /><br />Apalagi daratan Banjarmasin yang sekarang ini kurang tertangani seperti sistem drainasenya, hingga bila hujan sedikit saja sudah kebanjiran maka kian memperparah kondisi kota ini.<br /><br />Ancaman banjir itu kini kian terlihat dimana di beberapa wilayah Banjarmasin yang tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terendam sekarang sudah sering terendam.<br /><br />Oleh sebab itu, bila kondisi tersebut tak ada perbaikan maka sepuluh tahun kedepan maka Banjarmasin kian sering mengalami kebanjiran.<br /><br />Bachtiar mengungkapkan, dari penelitian ITB mengenai sungai Banjarmasin, air pasang yang masuk ke sungai setiap saatnya mengalami peningkatan bahkan menjadi jutaan kubik.<br /><br />"Bayangkan saja, kalau tidak diimbangi dengan kedalaman sungai-sungai yang ada, tentunya menjadi ancaman besar hal ini," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>