Banjarmasin Segera Bangun Pasar Induk Komoditas Pertanian

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, segera merealisasikan pembangunan pasar induk komoditas pertanian, seperti beras, sayuran, serta buah-buahan. <p style="text-align: justify;">Pasar induk tersebut rencananya memperoleh bantuan dari Pemprov Kalsel yang berlokasi di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan, dan bentuknya seperti pasar induk Keramat Jati Jakarta, kata Kepala Bappeda Banjarmasin Ir H Nurul Fajar Desira, Jumat.<br /><br />Ia mengungkapkan, Pemkot sangat serius dalam perencanaan pembangunan pasar induk itu, bahkan sudah siap membebaskan lahannya seluas lima hektare.<br /><br />Lokasi itu dipilih dengan pertimbangan berdekatan dengan pelabuhan, kemudian mudah diakses melalui berbagai jalan darat karena berada di lingkar Selatan hingga akses menuju kesana mudah bagi masyarakat.<br /><br />Fajar mengungkapkan, sementara ini koordinasi dengan Pemprov terus dilakukan secara intensif untuk mewujudkan rencana pembangunan pasar induk yang jenis pasar demikian juga ada di Surabaya.<br /><br />"Intinya, Pemkot Banjarmasin siap membebaskan lahannya, dan Pemprov Kalsel diharapkan bisa membantu dana pembangunan fasilitasnya," kata Fajar.<br /><br />Pemkot memang mengharapkan proses pembangunannya ini dapat dimulai secepatnya tahun depan, ini karena pasar komoditas pertanian yang ada, seperti di Pasar Antasari dan Pasar Lama terlalu kecil dan sudah tidak bisa dikembangkan lagi.<br /><br />Sementara itu, Kadisperindag Kota Banjarmasin, Safri Azmi, membenarkan perencanaan membangun pasar induk komoditas pertanian itu diharapkan secepatnya mulai direalisasikannya tahun depan.<br /><br />Dia menambahkan bahwa Pemkot menggagas pembangunan pasar induk komoditas pertanian ini sudah sejak lama, dan baru tahun ini mulai gencar untuk diwujudkan.<br /><br />Potensi menjadi pasar besar itu sangat bisa terwujud, karena Banjarmasin merupakan kota perdagangan dan jasa. Hampir semua perputaran ekonomi terpusat di Banjarmasin.<br /><br />"Daerah kami memang bukan daerah penghasil beras, tapi daerah kami sebagai lalulintasnya perdagangan beras, termasuk juga komoditas pertanian dan buah-buahan yang berasal dari pulau jawa," demikian Safri Azmi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>