Banjarmasin Terbuka Investasi Pusat Perbelanjaan Modern

oleh

Kota Banjarmasin, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, masih terbuka bagi investasi pendirian pusat perbelanjaan modern atau mal. <p style="text-align: justify;">Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin kepada pers di Banjarmasin, Rabu mengatakan pemkot sudah menyediakan dua lahan yang cukup luas bagi pendidirian mal tersebut.<br /><br />Lahan dimaksud, adalah lahan Kamboja yang tersedia sekitar empat hektare, serta lahan di bekas Pelabuhan Martapura Lama (Marla) juga tersedia sekitar empat hektare.<br /><br />Hanya saja, katanya, lahan Kamboja separuhnya harus dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau (RTH), khususnya pembangunan alun-alun kota, sisanya baru untuk pendirian pembangunan fisik bisnis, seperti mal tersebut.<br /><br />"Sedangkan di lahan Marla, bagi yang ingin mendirikan mal harus bekerja sama dengan PT Pelindo selaku pemilik lahan, dan terserah bagaimana dalam perjanjiannya," katanya.<br /><br />Menurutnya, bila berdiri beberapa mal di kota ini maka akan mempercepat menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota metropolitan, karena sebelumnya sudah berdiri beberapa mal, seperti Mitra Plaza, Duta Mal, Arjuna Plaza, serta pusat perbelanjaan Pangeran Antasari.<br /><br />Wali Kota berjanji akan memberikan kemudahan kepada kalangan investor yang ingin berinvestasi di kotanya dalam upaya meningkatkan kemajuan kota tersebut.<br /><br />"Kami sangat terbuka, dan senang bila keinginan investor untuk investasi, makanya kami berikan berbagai kemudahan," katanya.<br /><br />Investasi bukan saja di sektor pusat perbelanjaan dan perdagangan, restoran dan perhotelan, tetapi juga perbankan, dan industri olahan.<br /><br />Sebelumnnya seorang pengusaha perhotelan menilai Banjarmasin, kini memiliki daya pikat ekonomi yang kuat hingga menjadi incaran kalangan investor berinvestasi di kota ini.<br /><br />"Kota Banjarmasin bagaikan ‘seorang gadis yang seksi’ yang berhasil merebut banyak perhatian investor," kata Antonius, humas pengelolan proyek pembangunan hotel "Best Western." Menurutnya investor hotel Best Western yang berpusat di Amerika Serikat itu, melihat Kota Banjarmasin sebagai kota yeng memiliki prospek hingga bersedia membangun hotel di sini.<br /><br />Best Western di Banjarmasin yang merupakan hotel ke delapan di Indonesia, dan bagian dari manajemen jaringan perhotelan sama yang berada di 90 negara dunia, tambahnya.<br /><br />Bukan investor hotel Best Western saja yang melirik Banjarmasin, tetapi juga jaringan perhotelan internasional lainnya, seperti hotel Mercure yang sudah lebih dulu berdiri di kota yang berjuluk "Kota Seribu Sungai" ini.<br /><br />Menurut Antonios, Banjarmasin memang sedang menggeliat perekonomiannya, dan sekarang banyak usahawan yang pulang pergi di kota ini.<br /><br />Bukti kota ini banyak dikunjungi bisa dilihat dari kunjungan penumpang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang selalu kekurangan penerbangan padahal hampir selalu ditambah jalur penerbangan ke kota ini, kata Antonius. <strong>(phs/Ant)</strong></p>