Banjir Barut Masih Merendam Kawasan Padat Penduduk

oleh

Wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah hingga hari kedua masih terendam banjir dengan kedalaman 1 sampai 1,5 meter akibat meluapnya Sungai Barito. <p style="text-align: justify;">Hari Minggu (18/11/2012) dilaporkan banjir itu telah merendam beberapa kawasan pemukiman padat penduduk dan kawasan ekonomi di daerah itu.<br /><br />Kawasan dalam kota Muara Teweh yang biasa menjadi langganan banjir diantaranya Jalan Imam Bonjol dan Jalan Merak, Jalan Dahlia, Jalan Cempaka Putih, Jalan Sengaji Hilir, Jalan Simpang Perwira dan kawasan perniagaan Jalan Panglima Batur.<br /><br />Sementara itu beberapa ruas jalan seperti Jalan Imam Bonjol dan Jalan merak sudah tidak bisa dilalui kendaraan bermotor ketinggian air di kawasan tersebut sekitar satu meter.<br /><br />"Banjir musiman bagi warga di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini dinilai sudah biasa sehingga bukan ancaman dan bahkan pada beberapa kawasan jalan yang terendam menjadi tempat bermain anak-anak," kata seorang warga setempat,Syarbani .<br /><br />Ketinggian air pada beberapa desa dan kecamatan bervariasi antara satu hingga dua meter yaitu Kecamatan Lahei, Teweh Tengah dan Kecamatan Montallat yang merupakan daerah terparah di landa banjir.<br /><br />Meski belum begitu berpengaruh terhadap aktifitas warga, banjir ini menghentikan kegiatan warga yang berprofesi sebagai penyadap karet dan pencari rotan terutama di pinggiran DAS Barito.<br /><br />Jalan menuju kebun karet dan sebagian kebun terendam banjir sehingga beberapa hari ini tidak bisa menyadap karet, kata seorang warga kelurahan Lanjas Muara Teweh.<br /><br />"Ketinggian air saat ini masih bertahan, kalau tidak hujan di wilayah hulu diperkirakan besok banjir mulai surut," katanya. <strong>(phs/Ant/foto: chesarinafarahsari.blogspot.com)</strong></p>