Banjir Di Muara Teweh Jadi Arena Bermain

oleh

Banjir yang merendam sejumlah kawasan di wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah akibat meluapnya Sungai Barito yang sudah memasuki hari keempat dijadikan tempat bermain bagi anak-anak, remaja dan dewasa. <p style="text-align: justify;">"Banjir yang melanda daerah ini bukan ancaman bagi kami, bahkan menjadi tempat bermain terutama sore hari," kata salah seorang warga Muara Teweh Eveready Noor, Minggu sore.<br /><br />Kawasan yang terendam banjir dan banyak menjadi tujuan bagi warga Muara Teweh adalah kawasan perdagangan Jalan Panglima Batur Muara Teweh, selain itu Jalan Merak dan Jalan Imam Bonjol serta Jalan Dahlia.<br /><br />Tinggi air di sejumlah kawasan itu bervariasi antara 1-2 meter sehingga selain menjadi tempat bermain juga warga setempat menggunakan sarana perahu kayuh (jukung) untuk mendatangi kawasan yang terendam banjir.<br /><br />"Kawasan Jalan Panglima Batur dan Jalan Sengaji menjadi tempat yang disenangi warga untuk bermain air dan lainnya," kata dia.<br /><br />Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara terus meluas, bahkan sejumlah ruas jalan sudah tidak bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun empat.<br /><br />Kawasan yang terendam banjir di Muara Teweh di antaranya Jalan Merak, Jalah Imam Bonjol, Jalan Dahlia, Jalan Sengaji, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Mangkusari ,Jalan Perwira dan Jalan Panglima Batur.<br /><br />"Rumah kami juga sudah terendam dengan ketinggian air satu meter," kata Syarbani warga Gang Anugerah Muara Teweh itu.<br /><br />Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Guntur Pardede, mengatakan saat ini sebanyak 8.872 buah bangunan tersebar di Kecamatan Lahei Baru, Lahei, Teweh tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan dan Montallat terendam banjir akibat meluapnya Sungai Barito yang telah memasuki hari keempat.<br /><br />"Ribuan rumah warga itu terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 1-3 meter," katanya.<br /><br />Menurut Guntur, bangunan yang terendam banjir itu tidak saja di sejumlah desa terutama di pinggiran Sungai Barito juga di kota Muara Teweh yang saat ini aktivitas masyarakat mulai terganggu, bahkan pusat perdagangan lumpuh akibat toko dan bangunan lainnya terendam banjir.<br /><br />Dalam peristiwa banjir ini sebelumnya status yang diberlakukan pemkab Barito Utara stastus bencana kini ditingkatkan menjadi tanggap darurat.<br /><br />"Pemerintah daerah kini mulai memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir melalui camat dan kepala desa.Kami juga mendapat bantuan dari sejumlah perusahaan yang akan disalurkan kepada masyarakat," kata Guntur. <strong>(das/ant)</strong></p>