Banjir Trans Kalimantan Belum Ganggu Pasokan Barang

oleh
oleh

Banjir yang terjadi di ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan, Kalimantan Tengah, saat ini belum sampai mengganggu pasokan barang dari Banjarmasin ke Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. <p style="text-align: justify;">"Pasokan barang dari Banjarmasin masih lancar karena truk masih bisa lewat meski ada banjir di kawasan Tumbang Nusa. Mudah-mudahan saja banjirnya surut sehingga lalu lintas di sana tidak terganggu," kata Wati, salah seorang pedagang di Sampit, Rabu.<br /><br />Sepekan terakhir, banjir merendam sejumlah titik ruas Trans Kalimantan Poros Selatan yang ada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Pantauan di lapangan, banjir saat tinggi biasanya terjadi di sekitar jalan layang Tumbang Nusa arah Kota Palangka Raya. Untungnya, hingga saat ini banjir belum sampai memutus lalu lintas di kawasan itu.<br /><br />Ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan di wilayah Kalteng, melintasi mulai batas Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Kapuas Kalteng, lalu melewati Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Lamandau hingga ke batas Kalimantan Barat.<br /><br />Saat ini hubungan perekonomian Kalsel dan Kalteng sangat tinggi karena sebagian barang kebutuhan di Kalteng dipasok dari Kalsel. Tidak terkecuali kebutuhan di Kabupaten Kotim, sebagian dipasok dari Kalsel dan pulau Jawa. Jika jalan sampai putus maka pasokan barang dipastikan terganggu dan akan berdampak pada naiknya harga.<br /><br />"Alhamdulillah sampai saat ini masih lancar. Seperti ayam potong kan banyak dipasok dari Banjarmasin (Kalsel) dan sekarang harganya malah sedang turun," ucap Ita, pedagang di Pasar Keramat.<br /><br />Banjir biasanya terjadi di ruas jalan yang melintasi Kabupaten Pulang Pisau, khususnya di Desa Tumbang Nusa dan sekitarnya karena kawasan itu cukup rendah dan lokasinya sangat dekat dengan sungai. Akibatnya jika sungai meluap, maka air bisa merendam jalan dan permukiman di kawasan itu.<br /><br />Beberapa tahun lalu banjir parah selalu memutus lalu lintas di Tumbang Nusa saat intensitas hujan meningkat seperti sekarang ini. Masalah itu kemudian diatasi dengan pembangunan jalan layang sepanjang sekitar 11 kilometer. Namun kini banjir kembali sering terjadi di lokasi lain tidak jauh dari jalan layang tersebut. (das/ant)</p>