Bank Kalbar Tidak Merasa Tersaingi CU

oleh

Kepala Bank Kalbar Cabang Sintang, Deddy Syafriady melihat perkembangan Credit Union (CU) terutama di Kalbar bukanlah pesaing. Meski saat ini CU semakin eksis dan banyak nasabah berpindah ke CU menurut pria ini melihatnya malah semakin baik. <p style="text-align: justify;">“CU bukan pesaing, CU ini lembaga non keuangan, dia kan koperasi. Semakin eksisnya CU kami anggap semakin baik, karena antara bank dan CU juga terjalin kerjasama yang baik,” ucapnya ketika ditemui diruang kerjanya, Jumat (10/02/2012). <br /><br />Dikatakannya visi dan misi Bank Kalbar dan CU sama, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebagai lembaga keuangan daerah. Sebagai perusahaan jasa perbankan yang berkinerja tinggi meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, mengelola dana pemerintah daerah dan mendorong usaha kecil dan menenggah.<br /><br />”CU juga begitu, Bank Kalbar merasa beruntung dengan keberadaan CU, masyarakat-masyarakat kecamatan, desa, dusun yang tak terjangkau bank Kalbar dijangkau oleh CU. Dana-dana CU juga biasanya disimpan di Bank Kalbar. Sehingga ini juga menjadi perpanjangan tangan kami,” imbuhnya.<br /> <br />Mudahnya persyaratan bagi CU untuk melakukan transaksi perbankan menurut Deddy baik. Hal ini dapat membantu para petani karet, petani lainnya, pedangang dan para nasabah yang membutuhkan dana. Karena Bank ada regulasi yang mengatur oleh Bank Indonesia. <br /><br />“Persyaratan mengambil kredit sebagai jaminan haruslah sertifikat asli. Jika CU mungkin hanya dengan SKT sudah bisa,” kata Deddy.<br /> <br />Sebagai Bank daerah, Bank Kalbar ingin menjadi tuan rumah dinegeri sendiri, oleh karena itu pihaknya optimistis nilai modal akan mencapai Rp1 triliun pada 2014 sekaligus untuk memenuhi syarat minimal terkait inisiatif BPD Regional Champion (BRC).<br /><br />"Ada sejumlah strategi yang akan dilakukan dalam rangka meningkatkan permodalan. Di antaranya penambahan modal dari pemegang saham yakni pemerintah daerah, mengkaji penawaran umum saham perdana, memperbesar porsi laba ditahan, melakukan emisi obligasi untuk modal serta kemungkinan merger atau akuisisi dengan batasan dan persyaratan tertentu. Termasuk menjalin kerjasama dengan CU,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>