Bantuan Pupuk Bantu Meningkatkan Produksi Pertanian Melawi

oleh
oleh

Kebutuhan akan pupuk untuk menopang pertumbuhan tanaman sangatlah diperlukan. Terlebih untuk bersawah, agar hasil produksinya semakin meningkat. Sehingga akan sangat diperlukan bantuan pupuk bagi para petani. <p style="text-align: justify;">Tahun 2014 lalu, Pemerintah Pusat melalui dana bantuan sosial melalui program Optimasi yang memberikan sedikitnya memberikan 3 jenis bantuan pupuk kepada setiap kelompok tani yang masuk dalam RUK pada Dinas Pertanian,Perikanan dan peternakan (Distankannak) Melawi.<br />  <br />“Untuk pupuk yang dikeluarkan berdasarkan Rencana Usulan Kelompok (RUK) yakni NKP, UREA dan Organik. Pemberian bantuan itu dihitung perhaktar. NPK per haktarnya 100 Kilogram, UREA juga 100 kilogram per haktar. Untuk organis itu 6 liter per haktar,” katanya Kabid Pertanian Distankannak Melawi didampingi Kasi Tanaman Pangan Dan Holtikultura Distankannak Melawi, Syahroni, ditemui di ruangan kerjanya Selasa (10/2/2015).<br /><br />Lebih lanjut dijelaskannya. Jumlah lahan yang diajukan oleh 130 kelompok tani di Distankannak Melawi seluruhnya berjumlah 1500 haktar. Jadi rinciannya 100 kilogram pupuk NPK dikalikan 1500 haktar jumlahnya sebanyak 150 ton. Begitu juga pupuk Urea, sebanyak 150 ton. Sedangkan pupuk Organis sebanyak 9000 liter.<br /><br />“Dari 130 kelompok itu lahannya berpariasi. Jadi pengajuannya paling minimal 10 haktar dan yang paling banyak sampai 20 haktar. Prosedur penyerahan bantuan itu, disalurkan ke rekening kelompok tani masing-masing. Jadi sebelumnya kelompok tani di minta membuatkan rekening kelompok. Kemudian dananya lansung masuk ke rekening kelompok masing-masing dan dikelola kelompok masing-masing juga,” katanya.<br /><br />Bantuan-bantuan itu diharapkan bisa membantu mengembangkan usaha pertanian di Melawi ini. Sehingga dengan demikian, maka diharapkan hasil produksi pertanian Melawi juga bisa terus meningkat. <br /><br />“Bantuan-bantuan pupuk itu masuk dalam program Optimasi. Yang tuujuannya untuk mengoptimalkan lahan-lahan pertanian di Melawi. Sehingga bisa terhindar dari hama dan terjadi peningkatan produksi pertanian para kelompok tani itu,” ujarnya.<br /><br />Sementara untuk petani yang lahannya tidak sampai 10 haktar, bisa membeli pupuk bersubsidi di tingkat pengecer yang ada di Melawi. <br /><br />Pupuk bersubsidi untuk pertanian itu ada 4 jenis. Yakni Urea, SP -36, NPK, Z.A, NPK dan Organik.  Pupuk – pupuk bersubsidi itu masuk Melawi melalui 4 distributor yakni CV Alam Raya Lestari, CV. Universal Prima Indo Mandiri, CV. Inkoptan dan satu lagi CV. Agro Prima Lestari.<br /><br />Prosedur untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini menggunakan Rencana Definitip Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan ke penyuluh pertanian, dan diketahui kepala desa setempat. <br /><br />“Kemudian RDKK itu diusulkan ke pengecer yang beradaa di bawah 4 distributor itu, agar bisa dikeluarkan sesuai kebutuhan yang ada,” terangnya. <br /><br />Kuota setiap jenis pupuk bersubsidi itu juga berbeda dan juga berbeda sector kebutuhannya. Pada tahun 2014, untuk pupuk Urea sector tanaman pangan berjumlah 827 ton. Di sector holtikultura sebanyak 77 ton, sector peternakan 39 ton dan sector perikanan budi daya sebanyak 48 ton.<br /><br />Untuk jenis pupuk SP-36, sector tanaman pangan 600 ton, Holtikultura 27 ton, peternakan 23 ton dan sector perikanan budi daya 50 ton. Jenis pupuk ZA pada sector tanaman pangan sebanyak 183 ton, sector holtikultura 12 ton, dan peternakan 5 ton. Untuk perikanan tidak ada. Untuk jenis pupuk NPK, sector tanaman pangannya 2300 ton, holtikulturanya 400 ton dan peternakan 100 ton. Di sector perikanan juga kosong.<br /><br />Pada jenis pupuk organic, di sector tanaman pangan kuotanya 400 ton, holtikultura 30 ton. Untuk peternakan dan perikanan budi daya kosong. <br /><br />“Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi ini juga masih tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk Urea Rp. 1800 per kilogramnya. Pupuk NPK Rp. 2300 perkilogram. SP- 36 Rp. 2000 per kilogram. Z.A Rp. 1400 per kilogram. Sementara pupuk organis Rp. 500 per liternya. (Ira/kn)</p>