Bantuan Terus Mengalir Untuk Penanganan Musibah Airasia

oleh
oleh

Simpatik dari masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat terhadap musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501, terus mengalir di antaranya dengan memberikan berbagai bantuan untuk tim yang bertugas di lapangan. <p style="text-align: justify;"><br />"Ini bantuan dari siswa dan guru untuk membantu petugas di sini," kata Rizki, salah seorang pelajar yang turut menyerahkan bantuan ke RSUD Sultan Imanuddin, Kamis.<br /><br />Berbagai elemen seperti perusahaan swasta, organisasi sosial, organisasi kepemudaan hingga guru dan pelajar menyampaikan kepedulian mereka. Seperti pada Kamis pagi, SMAN 1 Pangkalan Bun membawa berbagai makanan dan minuman kemasan untuk membantu tim yang bertugas di rumah sakit.<br /><br />Bencana jatuhnya pesawat bermuatan 155 penumpang dan tujuh kru ini memang mengundang keprihatinan dan duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat. Mereka pun berusaha memberikan bantuan sesuai dengan bidang dan kemampuan mereka.<br /><br />Sejak satu per satu jenazah dievakuasi ke RSUD Sultan Imanuddin, berbagai perusahaan di antaranya perbankan dan dealer kendaraan, ramai-ramai membuka posko di rumag sakit. Mereka menyiapkan makanan dan minuman secara gratis untuk tim relawan yang bertugas.<br /><br />Salah satu perusahaan bahkan meminjamkan lemari pendingin (cold storage) berukuran besar untuk menyimpan jenazah yang dievakuasi ke rumah sakit, sambil menunggu jenazah diberangkatkan ke Surabaya untuk diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.<br /><br />Bantuan-bantuan yang diberikan masyarakat dan perusahaan, sangat membantu tim yang bertugas menangani musibah ini. Setidaknya petugas tidak perlu repot memikirkan makan dan minum setiap harinya.<br /><br />"Kalau situasi seperti ini kita kan sibuk semua, apalagi kalau banyak jenazah yang datang, jadi malas kalau harus membeli makanan di luar. Syukur banyak posko yang menyiapkan makanan dan minuman gratis jadi kita terbantu," kata Ade, salah seorang petugas.<br /><br />Pesawat AirAsia QZ 8501 dinyatakan hilang kontak di perairan Selat Karimata pada Minggu (28/12/2014) lalu setelah delapan menit lepas landas dari Surabaya menuju Singapura.<br /><br />Saat kejadian, pesawat nahas tersebut mengangkut 155 penumpang dan tujuh kru pesawat. Hingga Kamis siang, baru 40 jenazah yang berhasil dievakuasi dan dikirim ke Surabaya. (das/ant)</p>