BAPPEDA : Industri Hilir Di Kalbar Belum Menarik

oleh

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Robert Nusanto mengakui bahwa industri hilir di provinsi itu masih kurang menarik. <p style="text-align: justify;"><br />"Tetapi hal ini karena terkendala di pelabuhan, bandara, jalan maupun jembatan," kata Robert Nusanto saat Musrenbang Provinsi Kalbar Tahun 2013 di Singkawang, Senin.<br /><br />Ia mengingatkan, Kalbar masih menarik minat investor karena memiliki wilayah yang luas dan kekayaan alam berlimpah.<br /><br />Ia melanjutkan, untuk itu, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dalam rencana kerja pemerintah daerah.<br /><br />"Infrastruktur juga menjadi kunci dalam mendukung Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia," kata dia.<br /><br />Ia yakin, kalau infrastruktur membaik, tanpa perlu diutak-atik lagi, ekonomi akan tumbuh.<br /><br />Ia setengah bertanya berkata, bagaimana ekonomi akan tumbuh kalau industri dibiarkan tidak tumbuh.<br /><br />"Industri tumbuh, ekonomi pasti akan menyusul," kata dia menegaskan.<br /><br />Pemprov Kalbar mendorong agar Kalbar memiliki pelabuhan ekspor impor skala internasional. Diantaranya di Temajo, Kabupaten Pontianak yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Pontianak.<br /><br />Selain itu, tiga bandar udara yakni Supadio (Pontianak) kapasitasnya diperbesar. "Dua bandara lain yakni di Tebelian (Sintang) dan Singkawang dapat segera terwujud," ujar dia.<br /><br />Gubernur Kalbar juga sangat mendukung pembangunan bandara baru. Ia mencontohkan, untuk Bandara Singkawang, dalam kurun waktu sekitar satu minggu, rekomendasi dari Gubernur Kalbar sudah keluar.<br /><br />"Sekarang tinggal menunggu izin dari Kementerian Perhubungan saja. Ini yang perlu terus didorong," kata Robert Nusanto.<br /><br />Wali Kota Singkawang Hasan Karman siap mencari investor untuk membangun bandara tersebut tanpa perlu mengeluarkan dana negara.<br /><br />"Wali Kota Singkawang siap mendatangkan investor, jadi pembangunannya tidak perlu pakai uang negara," kata dia.<strong> (phs/Ant)</strong></p>