Barito Utara Bentuk Komisi Penanggulangan AIDS

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, membentuk Komisi Penanggulangan AIDS guna meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan penderita AIDS/HIV di daerah setempat. <p style="text-align: justify;">"Saat ini surat keputusan (SK) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) daerah yang ditandatangani Bupati Barito Utara telah ditetapkan," kata kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Subagio di Muara Teweh, Sabtu.<br /><br />Menurut Subagio, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di daerah ini mendukung program KPA nasional yang anggotanya melibatkan seluruh komponen terkait yang diketuai oleh Bupati Barito Utara, Achmad Yuliansyah.<br /><br />Apalagi, kata dia, penderita HIV/AIDS yang dilakukan sero survei pengambilan sampel darah di lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) di Muara Teweh setiap tahun cenderung meningkat.<br /><br />"Kami targetkan KPA ini efektif bekerja tahun 2012 mendatang, mengingat dana operasional berasal dari APBD kabupaten," katanya didampingi Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Cornelis.<br /><br />Subagio menjelaskan, tugas KPA tersebut diantaranya selain melakukan Sero survei, juga membentuk klinik HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh dan penyuluhan ke sekolah-sekolah, kelompok masyarakat berisiko tinggi terhadap penularan kedua penyakit yang mematikan itu.<br /><br />"Melalui KPA ini para penderita AIDS/HIV di daerah ini dapat diawasi dan mengurangi laju penularan," ujar dia.<br /><br />Direncanakan pada akhir September atau Oktober 2011 pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang atau model klinik value clarification technique (VCT) mobile bagi para pekerja seks komersial penghuni lokalisasi Muara Teweh guna mengetahui orang yang positif kena HIV/AIDS.<br /><br />"Pemeriksaan ulang nanti dilakukan petugas dari Dinas Kesehatan Kalteng dan medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya," katanya.<br /><br />Kegiatan tersebut, kata dia, petugas akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap hasil kegiatan survei terhadap penghuni di kawasan prostitusi resmi satu-satunya di Muara Teweh di kilometer 3,5, Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu itu yang telah dilaksanakan Mei 2011 lalu terhadap 111 orang PSK.<br /><br />Hasil pengambilan sampel darah terhadap ratusan PSK itu positif dan sekitar 10 orang yang kena HIV/AIDS sama dengan jumlah tahun 2010 lalu.<br /><br />"Jadi kegiatan pemeriksaan lanjutan atau pengambilan darah ulang nanti akan diketahui orangnya atau PSK yang positif HIV dan berbeda dengan kegiatan Sero Survei hanya mengetahui adanya penderita namun tidak tahu orangnya," kata Subagio. <strong>(phs/Ant)</strong></p>