Barito Utara Buka Lahan Sawah 300 Hektare

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memprogramkan perluasan tanaman padi sawah di areal seluas 300 hektare yang selama ini terlantar, di kawasan irigasi setempat pada musim tanam 2013. <p style="text-align: justify;"><br />"Perluasan lahan pertanian ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan terlantar yang telah tersedia sarana irigasi di Kecamatan Montallat," kata Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Pemkab Barito Utara Yudi Eldovi Rakhman di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Selama ini, luas lahan terlantar atau tidak dimanfaatkan pemiliknya, baik untuk pertanian maupun perikanan di sejumlah kawasan irigasi di Barito Utara mencapai ratusan hektare.<br /><br />Ia mengatakan kawasan yang menjadi sasaran perluasan lahan pertanian itu, di Kecamatan Teweh Tengah di Desa Trinsing, Trahean, dan Tranbangdep, Kecamatan Gunung Timang di Desa Rarawa, Walur, Ketapang, Malungai, dan Baliti.<br /><br />Selain itu, di Kecamatan Montallat tersebar di Kelurahan Montallat II dan Tumpung Laung.<br /><br />"Karena keterbatasan dana, perluasan lahan persawahan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya," kata Yudi.<br /><br />Ia mengharapkan lahan-lahan tidur atau terlantar dan belum dibuka oleh petani bisa dijadikan persawahan dan fungsi lainnya yang bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.<br /><br />"Kami harapkan lahan yang terlantar itu dapat meningkatkan produksi pertanian dan mampu menekan kekurangan beras di daerah ini," katanya.<br /><br />Program itu, katanya, salah satu upaya pencapaian swasembada beras, sebagai bagian dari program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) melalui Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).<br />&lt;br />"Kami berupaya mendukung surplus beras dan mengurangi kekurangan beras serta juga berupaya swasembada beras," katanya.<br /><br />Sasaran tanam padi pada 2013, meliputi padi sawah 2.042 hektare dan padi lada atau gunung 9.618 hektare. <strong>(das/ant)</strong></p>