Barito Utara Kembangkan Kawasan Sapi Betina Produktif

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tahun 2013 kembali mengembangkan kawasan penyelamatan sapi betina produktif yang diusahakan masyarakat setempat, yang tergabung dalam kelompok di Kecamatan Teweh Tengah dan Teweh Timur. <p style="text-align: justify;">"Program yang telah dilakukan sejak tahun 2011 lalu ini terlihat unik karena setiap petani atau warga yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) membeli sapi khusus betina yang dananya dari bantuan pemerintah," kata Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Indah Utari di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Menurut Indah, program itu tahun ini di Kabupaten Barito Utara kembali mendapat alokasi dana dari APBN sebesar Rp180 juta untuk kegiatan pengembangan sapi betina produktif itu di Desa Liju, Kecamatan Teweh Timur, yang petaninya warga eks transmigrasi luar daerah dan Krida Tani Jaya Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah.<br /><br />Para petani mendapat insentif Rp500 ribu per ekor betina bunting empat bulan keatas dan tahun ini ternak mendapat insentif sebanyak 288 ekor per kelompok tani.<br /><br />"Kami harapkan program ini juga untuk mengurangi ketergantungan ternak dari luar daerah dan mendukung swasembada daging bersama program pembibitan sapi rakyat lainnya di daerah ini," katanya.<br /><br />Indah menjelaskan kegiatan ini pada tahun 2012 dilakukan pengembangan kawasan penyelamatan sapi betina produktif yang diusahakan masyarakat setempat, yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Liju, Kecamatan Teweh Timur.<br /><br />Alokasi dana dari APBN sebesar Rp500 juta untuk kegiatan pengembangan sapi betina produktif itu di Desa Liju, Kecamatan Teweh Timur, yang petaninya warga eks transmigrasi luar daerah.<br /><br />Sedangkan tahun 2011 yakni puluhan petani yang tergabung dalam poktan "Harapan Makmur" Desa Sikui, Kecamatan Teweh Tengah, telah memiliki 54 sapi betina yang dibeli dari sejumlah tempat di Kabupaten Barito Utara untuk dikembangkan.<br /><br />Poktan yang mendapat bantuan pemerintah pusat sebesar Rp500 juta pada tahun lalu untuk pengembangan sapi betina produktif ini seluruhnya warga lokal.<br /><br />"Kita berharap warga lokal atau penduduk asli dapat mengembangkan ternak sapi dengan baik, sama dengan warga pendatang terutama dari Pulau Jawa yang selama ini cukup berhasil mengembangkan ternak sapi di daerah ini," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>