Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada tahun ini mengembangkan komoditi kedelai di lahan seluas 500 hektar tersebar di tiga kecamatan. <p style="text-align: justify;">"Tanaman kedelai sangat cocok dikembangkan pada sejumlah desa eks transmigrasi di daerah ini," kata Kabid Pertanian Tanaman Pangan Dinas Pertanian Barito Utara (Barut), Yudi Eldovi Rakhman di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Menurut Yudi, pengembangan kedelai ini merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam penyediaan pangan guna mencukupi kebutuhan masyarakat di masa mendatang dan surplus kedelai sehingga peranan sektor pertanian dalam arti luas perlu dibangun.<br /><br />Penanaman kedelai yang dilakukan pada musim tanam April-September 2013 ini untuk Kecamatan Teweh Tengah, 30 hektare, Gunung Timang seluas 200 hektare dan Teweh Timur 270 hektare melalui program sekolah lapangan penyluhan tanama terpadu (SL-PTT).<br /><br />Di Kecamatan Gunung Timang berada di Desa Batu Raya I dan Batu Raya II masing-masing 100 Hektare, Kecamatan Teweh Tengah di Desa Sei Rahu I seluas 30 hektare dan Kecamatan Teweh Timur meliputi Desa Mampuak I seluas 90 hektare, Mampuak II 100 hektare dan Sei Liju 80 hektare.<br /><br />"Petani yang menanam kedelai ini mendapat subsidi pembelian benih dari pemerintah," katanya.<br /><br />Dia menjelaskan, para petani di sejumlah sentra tanama kedelai di tiga kecematan itu mendapat subsidi pembelian benih dari pemerintah yakni harga benih dialokasikan Rp13.500 per kilogram, untuk pembelian itu peani mendapat subsidi sebesar Rp10.250/kg sehingga harga jual bibit kedelai kepada masyarakat hanya Rp3.250/kg.<br /><br />Saat ini, kata dia, sejumlah petani di Desa Liju Kecamatan Teweh Timur telah melakukan penanaman kedelai dengan menggunakan benih milik mereka sendiri.<br /><br />"Petani lainnya masih menunggu realisasi pemberian subsidi pembelian kedelai dari pemerintah," ujar dia.<br /><br />Yudi mengakui, minat petani untuk bercocok tanam kedelai di kabupaten pedalaman Kalimantan Tengah ini hanya untuk memanfaatkan lahan yang kosong juga sebagai usaha sampingan selain petani padi.<br /><br />Namun pada beberapa tempat seperti di Desa Batu Raya I dan Batu Raya II Kecamatan Gunung Timang komiditi ini punya prosfek pasar yang menguntungkan bagi petani setempat, bahkan pembelinya datang dari luar daerah seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.<br /><br />"Kita harapkan pengembangan tanaman kedelai yang sempat vakum pada beberapa tahun oleh pemerintah, mulai tahun ini para petani mulai bergairah menanam komiditi untuk meningkatkan perekonomian petani setempat," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>


















