Pemerintah bersama masyarakat tani Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah berpeluang menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu lumbung padi di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">Bupati Barsel HM Farid Yusran di Buntok, Kamis mengatakan peluang tersebut sesuai dengan potensi lahan yang tersedia dan bisa digunakan untuk menjadi lumbung padi di masa mendatang.<br /><br />"Peluang Barsel menjadi lumbung padi di Kalteng sangat besar karena banyak lahan yang dapat dibuka dan dapat dimanfaatkan untuk pertanian," katanya. Oleh karena itu, pemerintah kabupati (Pemkab) akan mempersiapkan sejumlah program untuk membangun sarana dan prasarana infrastruktur pendukung pembangunan pertanian, termasuk membuka lahan baru bagi penanaman padi.<br /><br />"Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Barsel akan membangun saluran irigasi di sejumlah kecamatan. Program ini kita berusaha bisa terlaksana pada 2013," katanya.<br /><br />Dia mengatakan, setiap saluran irigasi yang akan dibangun nanti diharapkan mampu mengaliri sekitar 500 hektare sawah milik petani sehingga Barsel bisa menjadi lumbung padi di masa mendatang.<br /><br />Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Ir Ibarata mengatakan, luas sawah dan padi ladang di Barsel rata-rata seluas 9.403 hektare dengan total produksi sebanyak 25.942 ton gabah giling kering (GKG).<br /><br />Luas sawah lebak/rawa 4.040 hektare dengan hasil rata-rata 3,5 ton/hektare. Sawah tadah hujan seluas 3.889 hektare dengan hasil sekitar 3 ton/hektare. Luas ladang/gogo 1.474 hektare dengan hasil rata-rata 1,9 ton/hektare.<br /><br />Meskipun produktifitas rendah dan masih di bawah rata-rata nasional, namun akan diupayakan peningkatannya sehingga harapan menjadikan Barsel sebagai lumbung padi di provinsi "Bumi Tambun Bungai" dapat terwujud di masa mendatang. <strong>(das/ant)</strong></p>


















