Baru 17 Madrasah Swasta Palangka Raya Terakreditasi

oleh

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palangka Raya, H Baihaqi menyatakan, baru tujuh madrasah dari 57 madrasah swasta di daerah setempat baik jenjang radhatul atfal, ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah terakreditasi A dan B. <p style="text-align: justify;">Radhatul atfal (setingkat TK), ibtidaiyah (SD), tsanawiyah (SMP) dan aliyah (SMA).<br /><br />"Insya Allah dalam dua tahun ini madrasah yang belum terakreditasi dapat segera diwujudkan terlebih lagi pada 2014 sesuai ketentuan pemerintah tidak satupun madrasah yang belum terakredetasi," kata Baihaqi di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />Dijelaskannya, bagi madrasah jika pada 2014 belum juga terakreditasi, maka risikonya kemungkinan besar tidak akan dapat mengikuti ujian.<br /><br />Untuk itu, pihaknya akan selalu melakukan pembinaan dan peningkatan madrasah swasta di Palangka Raya, baik sarana prasarana termasuk sumber daya manusia guru dan sistem manajerial harus diperkuat sehingga pendidikan bisa berimbang.<br /><br />Dengan demikian, masyarakat yang ingin memasukkan anaknya ke madrasah akan mempunyai banyak pilihan sekolah tidak hanya terpaku pada madrasah negeri yang tidak banyak jika dibandingkan swasta.<br /><br />Diakuinya, sampai saat ini, di Palangka Raya hanya memiliki delapan madrasah negeri, sedangkan minat masyarakat sangat tinggi untuk dapat melanjutkan pendidikan di madrasah negeri, sehingga terkadang rela melakukan apapun agar bisa diterima.<br /><br />Untuk itu ia mengingatkan kepada kepala madrasah negeri, dengan tingginya animo masyarakat jangan dimanfaatkan sebagai peluang guna meraup keuntungan dengan menjanjikan dapat diterima asal membayar sesuai yang ditentukan.<br /><br />"Saya tidak ingin lagi mendengar adanya kejadian seperti selentingan adanya pungutan bagi masyarakat yang ingin anaknya diterima," tegasnya.<br /><br />Jika hal tersebut terbukti, maka pihaknya tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas agar tidak diulang kembali.<br /><br />Ia mengimbau kepada masyarakat, jika anaknya tidak diterima di madrasah negeri, dapat menyekolahkan di swasta, karena masih banyak madrasah swasta yang tidak kalah jauh mutu pendidikannya dibandingkan negeri.<br /><br />Selain itu ia meminta kalau ada masyarakat yang mengetahui ada "transaksi jual beli kursi" di madrasah, agar jangan segan-segan untuk melaporkannya, guna menghindari hal-hal yang dapat merusak citra pendidikan. <strong>(das/ant)</strong></p>