Baru Separuh Desa Nikmati Listrik

oleh

Dari 169 desa di Melawi, baru separuhnya yang sudah bisa merasakan jaringan listrik PLN. Data dari Komunitas Masyarakat Peduli Kelistrikan (KOMPAK) menyebutkan ada 74 desa yang sama sekali belum mendapatkan jaringan PLN. Lebih mirisnya, usulan untuk pengadaan jaringan listrik kini semakin rumit mengingat kewenangan kabupaten mengurusi bidang energi sudah beralih ke provinsi. <p style="text-align: justify;">Ketua KOMPAK, Abdi Amri mengungkapkan dari pendataan dirinya sejak 2015, 74 desa yang tersebar di sebelas kecamatan memang sama sekali belum teraliri listrik dari PLN. Sementara 95 desa lain juga tak seluruh wilayahnya mendapatkan jaringan. <br /><br />“Banyak desa yang hanya dipusat desanya saja yang ada jaringan PLN nya. Sementara di dusun-dusunnya belum. Seperti desa Kebebu, baru dipusat desanya. Sementara dusun-dusun lainnya belum,” katanya.<br /><br />74 desa yang belum teraliri listrik ini juga tak melulu berada di pedalaman. Desa di kecamatan Nanga Pinoh yang notabene masih berada dekat dengan pusat kota pun masih banyak yang belum dibangun jaringan PLN. <br /><br />Kecamatan Menukung menjadi yang paling parah karena hanya satu desa yang punya listrik PLN. Sisanya terpaksa hidup dalam kegelapan atau menggunakan genset, walau mesti merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bensin atau solar.<br /><br />“Masih banyak desa di Melawi yang mesti diperjuangkan agar bisa merasakan listrik PLN.  Kompak akan berusaha semampunya agar usulan penambahan jaringan dapat dilakukan paling tidak setiap tahunnya,” katanya Amri.<br /><br />Bupati Melawi, Panji mengakui pemda merasa kesulitan untuk melakukan pemasangan jaringan. Perubahan kewenangan dibidang energi yang kini kembali ditarik ke provinsi menjadi salah satu penyebabnya.<br /><br />“Tapi biarpun kemampuan kita sangat terbatas, kita ingin maksimal memberikan dorongan bagaimana listrik bisa dinikmati masyarkaat, terutama di pedesaaan. Makanya kalau ada dari komunitas atau instalatir yang ingin memperjuangkan, silahkan beraudiensi dengan pemerintah,” katanya.<br /><br />Panji mengungkapkan, beberapa tahun sebelumnya, kabupaten memang masih diperbolehkan untuk membangun jaringan listrik. Sekarang saat ini, sudah ada aturan baru yang melimpahkan kewenangan tersebut ke provinsi.<br /><br />“Kalau masih bisa, sebenarnya kita masih ingin juga sesuai dengan kemampuan daerah. Kalaulah kita dibolehkan, bagaimana caranya, apakah harus hibah dulu kemana dananya. Tentu kita akan coba buat,” katanya.<br /><br />Pemda, lanjut Panji akan terus mendukung pada pihak-pihak yang mendorong pembangunan bidang kelistrikan di kabupaten Melawi. Termasuk bila hal tersebut diinisiasi oleh asosiasi instalatir untuk membicarakan mekanisme kerja yang mungkin saja bisa dipadukan dengan pemda.<br /><br />Manajer  PLN Rayon Nanga Pinoh, Akhmadin mengaku  belum mengetahui dengan pasti ada tidaknya program pembangunan jaringan listrik di Melawi tahun ini. “Kami hanya sebatas mengusulkan, makanya kami belum tahu,” katanya.<br /><br />Demikian juga halnya terkait data desa di Melawi yang sudah ada listrik dan desa yang belum ada jaringan listrik. Saat ini pihaknya sedang mencocokkan data yang ada di PLN dengan data dari Kompak dan data dari Pemda. “Kami sedang melakukan survey dilapangan, untuk mengetahui secara riil desa-desa yang sudah ada lsitrik dan desa yang belum ada listrik,” ucapnya. <br /><br />Sementara itu, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin menilai Pembangunan jaringan listrik ini salah satu PR bagi Pemda Melawi dan PLN. Apalagi masih banyak desa yang belum dimasuki jaringan listrik. Menurut dia, untuk meningkatkan pelayanan listrik di Melawi ini memang harus ada karjasama yang intens antara Pemda dan PLN. “Dengan masih 74 desa yang belum memiliki jaringan listrik, berarti masih  ada separuh dari masyarakat Melawi yang belum merasakan listrik,” ujarnya.<br /><br />Tajudin mengaku prihatin dengan masih banyaknya desa di Melawi yang sampai sekarang belum dimasuki jaringan listrik. Persoalan listrik yang menjadi kewenangan provinsi semestinya tidak menjadi hambatan untuk tetap membangun jaringan listrik di Melawi.<br /><br />“Yang harus kita dorong sekarang, pemkab juga bisa ikut membantu memperjuangkan desa-desa yang masih gelap ini bisa merasakan listrik. Begitu juga dengan usulan ke PLN harus terus dilakukan. Karena listrik sudah menjadi kebutuhan utama setiap manusia,” katanya.<br /><br />Selain itu kata Tajudin, di Melawi ini banyak jaringan listrik yang hilang. Salah satu contoh jaringan listrik antara Kecamatan Nanga Pinoh-Ella Hilir. Dijalur tersebut sudah pernah dibangun jaringan, namun kabel listriknya sudah hilang kena curi. <br /><br />“Dampak kehilangan jaringan ini  cukup besar, karena ada enam desa yang berada dilintasan jaringan tersebut belum bisa dimasuki  listrik hingga sekarang,” ucapnya.<br /><br />Dikatakan Tajudin, pihaknya pernah meminta kepada pihak PLN supaya membangun kembali jaringan yang sudah hilang tersebut. Sehingga jaringan listrik dari Nanga Pinoh bisa tembus sampai ke Kecamatan Ella Hilir. (KN)</p>