Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mencanangkan sentra pembibitan ternak sapi pedesaan guna mendukung program swa sembada daging sapi dan kerbau secara nasional pada 2014. <p style="text-align: justify;">"Kegiatan ini sebagai awal tumbuh dan berkembangnya sentra-sentra pembibitan ternak sapi pedesaan di sejumlah tempat lainnya di daerah ini," kata Bupati Barito Utara Achmad Yuliansyah di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Yuliansyah minta kepada pihak terkait yakni dinas pertanian, perikanan dan peternakan setempat agar melakukan terobosan-terobosan yang lebih signifikan atau gebrakan-gebrakan nyata, rasional dan terukur guna mendukung terwujudnya wilayah ini menjadi pusat sentra sapi.<br /><br />Diharapkan kepada seluruh kelompok tani atau peternak dalam menjalankan usaha taninya senantiasa mengedepankan sikap kesungguhan, pantang menyerah, kompak dan menjalin kerja sama yang baik dengan semua pihak sehingga akan terwujud profesionalisme dan usaha yang produktif berdaya saing tinggi serta lebih menguntungkan.<br /><br />"Kita harapkan ternak yang dilakukan warga di pedesaan mampu berkembang dengan baik guna memenuhi kebutuhan daging di daerah ini," katanya.<br /><br />Sementara itu Kepala Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara, Iwan Fikri mengatakan kelompok peternak dijadikan sebagai pelaku utama dengan harapan sebagai upaya meningkatkan populasi ternak.<br /><br />Selain itu kegiatan pengembangan pembibitan sapi di sini juga dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan peternak dalam memproduksi bibit sapi yang berkualitas.<br /><br />"Mengingat bibit sapi merupakan salah satu faktor produksi yang strategis dan menentukan, terutama dalam kaitannya guna memenuhi kebutuhan akan bibit sapi di Kabupaten Barito Utara ke depannya," kata Iwan.<br /><br />Berdasarkan data statistik peternakan 2011, populasi sapi potong di wilayah ini baru mencapai 2.039 ekor atau menempati peringkat 9 dari 14 kabupaten di Kalteng lainnya.<br /><br />Dana kegiatan membangun sentra pembibitan ternak sapi pedesaan ini bersumber dari APBN-P 2010 melalui pola Bansos yang langsung dikelola kelompok tani sebesar Rp435 juta yang diperuntukkan bagi penyediaan sarana penunjang dan pembelian bibit sapi siap kawin sebanyak 48 ekor dan saat ini telah berkembang menjadi 57 ekor.<br /><br />Sebelumnya pada 2009-2010 juga pernah disebarkan ternak sapi sumber dana APBD I sebayak 14 ekor dan sudah berkembang menjadi 23 ekor sehingga keseluruhan ternak yang ada pada kelompok tani Barito Krida Tani Jaya kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah sekarang berjumlah 79 ekor.<br /><br />"Kami harapkan program ini juga untuk mengurangi ketergantungan ternak dari luar daerah dan mendukung swasembada daging bersama program pembibitan sapi rakyat lainnya di daerah ini," ujar Iwan. <strong>(das/ant)</strong></p>















