Barut Dapat Rp16 Miliar Peningkatan Sarana Pendidikan

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menerima kucuran dana sebesar Rp16 miliar untuk peningkatan sarana pendidikan tahun 2011, atau naik dibanding anggaran yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,3 miliar. <p style="text-align: justify;"><br />"Dana itu akan dimanfaatkan untuk rehabilitasi dan pembangunan serta peningkatan sarana pendidikan terutana SD dan SMP," kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut), Jamaludin di Muara Teweh, Jumat. <br /><br />Dana itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dialokasikan sebesar Rp13,3 miliar bertambah dari tahun lalu Rp10,8 miliar dan dana alokasi umum (DAU) Rp2,7 miliar meningkat dari sebelumnya Rp1,5 miliar. <br /><br />Peningkatan fasilitas pendidikan ini, kata dia, memang tidak bisa dilakukan secara keseluruhan karena dana yang ada masih belum mencukupi, sehingga dimanfaatkan pada sekolah yang sangat membutuhkan. <br /><br />"Kami berupaya menggalang dana sumber lain dari pemerintah pusat untuk kebutuhan perbaikan sarana dan prasana pendidikan di daerah ini," katanya. <br /><br />Jamaludin menjelaskan, peningkatan saran pendidikan itu guna mendukung program pemerintah menuntaskan wajib belajar sembilan tahun diantaranya rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah dan perpustakaan serta rehabilitasi rumah dinas guru. <br /><br />Selain itu meningkatkan fasilitas penunjang sarana belajar diantaranya pengadaan buku dan peralatan laboratorium sekolah. <br /><br />"Secara bertahap kami terus berusaha memperbaiki dan melengkapi sejumlah sarana pendidikan baik sekolah maupun rumha guru yang kini kondisinya memprihatinkan," jelas dia. <br /><br />Dia mengatakan, khusus rumah dinas guru dan penjaga sekolah dari 176 sekolah dasar di kabupaten pedalaman Sungai Barito kini mengalami kerusakan sekitar ratusan unit tersebar di enam kecamatan. <br /><br />Kerusakan ratusan rumah dinas itu, kata dia, karena termakan usia yang sudah lama dibangun dan saat ini ada yang tidak dihuni sehingga dibiarkan terkesan terlantar. <br /><br />"Saat ini rumah dinas yang diperbaiki hanya sekitar empat hingga lima unit saja, sedangkan selebihnya belum pernah direhabilitasi," katanya. <br /><br />Rumah dinas guru yang rusak itu tidak saja berada di pedalaman, bahkan di dalam kota Muara Teweh juga kondisinya memprihatinkan. Meski ada yang mendapat perbaikan oleh guru yang menempati para guru itu terpaksa menggunakan biaya pribadi. <br /><br />Bahkan ada yang memperbaiki rumah dinas yang ditempatinya menggunakan terpal plastik untuk menutup atap dan dinding yang rusak atau bocor seperti di SD Kelurahan Jingah dan Jambu yang dekat dengan kota Muara Teweh. <br /><br />"Memang Pemkab Barito Utara tetap berupaya untuk mengalokasikan dana perbaikan namun karena keterbatasan dana, rumah yang diperbaiki sangat sedikit," kata Jamaludin. <strong>(das/ant)</strong></p>