Barut Jaring Siswa Berprestasi Masuk Kedokteran

oleh

Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menjaring siswa berprestasi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk menjadi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (Unpar). <p style="text-align: justify;">"Kami hanya sebagai fasilitator yakni menyeleksi berkas sesuai persyaratan dan ketentuan yang diberlakukan pihak Unpar," kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara (Barut), Jamaludin di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Menurut Jamaludin, semua proses penjaringan telah dilakukan sesuai mekanisme yang diberlakukan lembaga pendidikan terbesar di Kalteng itu, sedangkan pihaknya hanya memyampaikan pengumuman dan menyeleksi berkas kepada siswa SLTA yang memiliki bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).<br /><br />Jadi, kata dia, seleksi itu sesuai peraturan yang berlaku dan transparan serta siswa yang dipilih benar-benar memiliki kompetensi yang baik.<br /><br />"Penjaringan ini bukan kehendak sendiri, tetapi mereka yang benar-benar memiliki kopetensi dan kami tidak melihat siapa saja, karena landasannya harus benar-benar putra daerah," kata Jamaludin.<br /><br />Jamaludin mengakui, memang ada sebagian pihak yang mempermasalahkan terkait bukan putra daerah, padahal yang dipilih itu adalah benar-benar putra daerah, hanya saja orang tuanya bekerja di luar kota Muara Teweh, tetapi siswa yang bersangkutan lahir, sekolah hingga lulus SLTA semua di Kabupaten Barito Utara.<br /><br />Dia juga mempertanyakan mengenai status anak yang orang tuannya bekerja di daerah ini, tetapi anaknya lahir di daerah lain serta sekolahnya juga diluar Muara Teweh, apakah ini yang disebut putra daerah.<br /><br />"Saya ketahui penerimaan mahasiswa kedokteran diperuntukan putra-putri terbaik bagi lulusan sekolah menengah atas jurusan IPA dengan penilaian yang dilakukan pihak universitas sudah pasti itu yang terbaik mulai kelas satu hingga siswa itu lulus mengenyam pendidikan," jelas Jamaludin.<br /><br />Sementara Kepala Bidang Anggaran pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Barito Utara, Ismail Marzuki menambahkan, pihaknya dalam tahun ini memang belum menganggarkan biaya pendidikan bagi tiga putra-putri Barut yang mengikuti pendidikan pada Fakultas Kedokteran di Unpar.<br /><br />Namun alokasi bantuan pendidikan itu baru dilakukan melalui APBD 2011 sebesar Rp750 juta, jumlah itu di bawah kebutuhan per tahun yang diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.<br /><br />"Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemkab akan menganggarkan melalui APBD perubahan 2012 sekitar Rp2,250 miliar," kata Ismail. <strong>(phs/Ant)</strong></p>