Barut Jual Batu Bara 3,82 Juta Ton

oleh

Penjualan batu bara dari sejumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah hingga Oktober 2013 sekitar 3.826.415,11 metrik ton. <p style="text-align: justify;">"Lebih dari tiga juta ton batu bara ini merupakan produksi sepuluh investor pemegang izin kuasa pertambangan," kata Kepala Bidang Pengawasan pada Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut), Moh Fajar Firdaus di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Firdaus menyebutkan, produksi batu bara di kabupaten pedalaman Kalteng itu masih mengalami kendala angkutan karena selama ini masih mengandalkan transportasi Sungai Barito.<br /><br />Dia mengatakan, angkutan tambang batu bara sering terhenti akibat kedalaman Sungai Barito yang menurun hingga menjadi dangkal, dan tidak bisa dilayari tongkang dan kapal besar karena debit air turun di musim kemarau.<br /><br />"Apalagi saat ini air Sungai Barito surut yang sudah tiga pekan terakhir, sehingga dangkal dan kapal bertonase besar tidak bisa berlayar. Ini kendala yang kita hadapi di daerah," kata dia.<br /><br />Kendala alam ini yang membuat angkutan tambang batu bara melalui Sungai Barito tidak maksimal. Selain kendala alam, produksi batu bara sejumlah investor juga belum maksimal terkait perizinan.<br /><br />Di samping itu, operasionalnya juga terkendala izin pemanfaatan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan dan jalan angkutan tambang sehingga sejumlah investor menghentikan kegiatannya untuk sementara waktu.<br /><br />"Kami mengharapkan masalah perizinan dan jalan tambang bisa segera diatasi sehingga pemanfaatan tambang batu bara di daerah ini lebih optimal di masa mendatang," katanya.<br /><br />Meski mengalami sejumlah kendala, namun penjualan batu bara periode Januari-Desember 2012 mencapai 3.919.385,99 metrik ton atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 2.399.563,22 metrik ton. <strong>(das/ant)</strong></p>