Barut Lakukan Penyuluhan Perilaku Hidup Sehat

oleh
oleh

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah tahun 2012 memprogramkan penyuluhan bagi puskesmas tersebar di enam kecamatan untuk mendorong masyarakat menjalan perilaku hidup bersih dan sehat. <p style="text-align: justify;">"Program ini dengan sasaran seluruh masyarakat desa untuk peduli, mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri sehingga derajat kesehatan meningkat," kata Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Barito Utara,Siswandoyo di Muara Teweh, Senin.<br /><br />Menurut Siswandoyo, setiap puskesmas dilatih tenaga penyuluhnya guna membentuk desa siaga untuk mempromosikan sadar hidup sehat, penyuluhan penyakit menular, gizi seimbang, penyalahgunaan narkoba.<br /><br />Sesuai hasil survei pada 15 puskesmas di Kabupaten Barito Utara setiap puskesmas terdapat 210 kepala keluarga (KK) sehingga diupayakan dapat membentuk desa siaga untuk mengajak warganya hidup sehat.<br /><br />"Diharapkan warga di pedesaan bisa tanggap dan mampu mengenali penyakit yang sering diderita sehingga dapat diatasi secara sendiri," katanya.<br /><br />Siswandoyo mengatakan, perilaku hidup bersih dan sehat ada 10 katerianya yakni persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan seperti bidan, memberi air susu ibu (ASI) pada bayi.<br /><br />Kemudian menimbang berat badan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan jamban/ WC sehat, memberantas jentik nyamuk, mengasumsi sayur dan buah setiap hari dan melakukan aktifitas fisik setiap hari serta tidak merokok.<br /><br />"Kami akui masyarakat saat ini sebagian masih belum menyadari pola hidup sehat sehingga perlu penyuluhan yang optimal bagi tenaga kesehatan," kata dia.<br /><br />Selama tahun 2011, penderita penyakit infeksi saluran pernapasan (ispa) menduduki penyakit tertinggi dengan penderita mencapai 15.786 orang dari 10 penyakit yang sering diserita masyarakat.<br /><br />Kemudian diare dan gastroentritis 4.237 orang, gastritis dan duodentis 2.991, pulpa dan periapikal 2.228, gangguan gigi dan jaringan pendukung 2.177, demam typoid dan paratifoid 1.425, penyakit gusi dan jaraingan periodotal 1.353 dan asma 1.260 dan penyakit lainnya 67 orang.<br /><br />"Kami merasa belum tuntas untuk menangani penyakit Ispa ditambah lagi penyakit hipertensi esensial (primer) akibat pola hidup masyarakat kurang sehat," kata Siswandoyo.<strong> (das/ant)</strong></p>