Barut Optimalisasi Irigasi Seluas 100 Hektare

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah pada musim tanam tahun 2012 melakukan pembenahan dan optimalisasi lahan persawahan dan irigasi untuk mensukseskan program pemerintah pusat surplus beras hingga tahun 2014 sebanyak 10 juta ton. <p style="text-align: justify;">"Pembenahan dan optimalisasi lahan persawahan dan irigasi ini untuk meningkatkan produksi beras di daerah ini," kata Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut), Roosmadianor di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Menurut Roosmadianor, optimalisasi irigasi dan lahan persawahan pada tahun ini di laksanakan di sentra padi sawah di wilayah Kecamatan Montallat yakni Desa Sikan, Tumpung Laung, Ruji dan Pepas.<br /><br />Musim tanam tahun ini pihaknya tidak memprogramkan perluasan areal tanam padi sawah, namun kegiatan hanya difokuskan pada optimalisasi tersebut.<br /><br />"Optimalisasi tahun ini hanya dilakukan pada wilayah lahan persawahan di sejumlah desa di Kecamatan Montallat," katanya.<br /><br />Roosmadianor mengatakan, kegiatan optimalisasi tersebut juga sudah dilakukan pada musim tanam tahun lalu seluas 100 hektare di wilayah Kecamatan Gunung Timang meliputi lahan persawahn di Desa Baliti dan Walur, Desa Trahean Kecamatan Teweh Tengah dan Kelurahan Montallat II Kecamatan Montallat.<br /><br />Tahun 2011 itu juga dilakukan perluasan lahan seluas 100 hektare di lahan persawahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat.<br /><br />"Karena keterbatasan anggaran tahun ini tidak ada perluasan lahan, kami hanya memprioritaskan pembenahan dan optimalisasi irigasi serta sawah," jelas dia.<br /><br />Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Barito Utara, Mansaji mengatakan sedikitnya 1.925 hektare jaringan irigasi dan rawa ditiga kecamatan di daerah ini tidak berfungsi untuk mengairi lahan persawahan.<br /><br />"Ribuan hektare jaringan irigasi itu tidak berfungsi, sehingga masyarakat tidak membuka lahan tersebut untuk persawahan," katanya.<br /><br />Menurut itu, tidak dimanfaatkannya lahan yang potensial itu tersebar di sentra padi sawah wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang dan Montallat karena warga kesulitan membuka lahan dengan alasan membutuhkan biaya relatif besar.<br /><br />Selain itu, kata dia, ada sejumlah pemilik lahan yang sengaja menelantarkan lahannya, padahal sudah tersedia saluran irigasi.<br /><br />"Tahun 2012 kami memprogramkan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dan pengendalian banjir tersebar di sejumlah kecamatan," katanya.<br /><br />Dua program prioritas ini untuk menunjang kelancaran para petani dalam melakukan pertanaman padi maupun palawija dalam dua musim tanam dalam setahun.<br /><br />Kegiatan tersebut meliputi pemeliharaan saluran dan jaringan irigasi pada sentra padi sawah di tiga kecamatan antara lain Kecamatan Teweh Tengah, Montallat dan Kecamatan Gunung Timang.<br /><br />"Melalui pemeliharaan saluran irigasi tersebut kebutuhan air persawahan milik petani dapat terpenuhi," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>