Barut Perpanjang Libur Sekolah Akibat Asap

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah kembali meminta memperpanjang kepada semua kepala sekolah untuk meliburkan murid dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga SLTA akibat kabut asap yang masih tebal. <p style="text-align: justify;">"Libur sekolah ini diberlakukan hingga Sabtu (24/10) sambil melihat kondisi kabut asap apakah berkurang atau bertambah," kata Kepala Dinas Pendidik Barito Utara, Elpi Epanop di Muara Teweh, Rabu.<br /><br />Dikatakan, instruksi libur tidak disampaikan melalui surat resmi, namun hanya melalui pesan atau pemberitahun secara lisan kepada pihak sekolah.<br /><br />Sekolah diminta menyesuaikan cuaca di Muarateweh untuk meliburkan anak didiknya, namun bagi sekolah yang tidak meliburkan anak didiknya hal itu terserah karena para pendidik yang lebih tahu kondisi sekolah dan anak didiknya.<br /><br />"Kami hanya meminta seluruh sekolah meliburkan siswanya dari tingkatan seluruh sekolah karena kabut asap masih tebal melanda daerah ini," katanya.<br /><br />Elpi mengatakan, alasan pihaknya belum mengeluarkan instruksi libur melalui surat resmi seperti libur sebelumnya, karena kabut asap yang ada sekarang inikan sulit diprediksi bisa saja hari ini berkabut, besok cauca sudah cerah.<br /><br />"Jadi untuk sementara kami meminta sekolah libur tiga hari saja dulu, kemudian sambil melihat kondisi cuaca kalau masih parah silahkan menambah libur, namun kalau sudah cerah maka sekolah kembali normal," jelas Elpi.<br /><br />Sementara seorang guru SMAN 1 Muara Teweh, Hamdani mengatakan pihaknya mulai besok Kamis (22/10) meliburkan siswa karena kabut asap semakin parah.<br /><br />"Meski sekolah kami liburkan, namun para siswa tetap kami minta belajar di rumah karena kami beri tugas," katanya.<br /><br />Sekolah lainnya, Kepala SMPN 3 Muara Teweh di Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru, Irwansyah pihaknya tidak menerima permintaan libur sekolah dari pemerintah baik melalui pesan maupun tertulis, namun atas kebijakan sekolah dan komite melihat kabut asap semakin tebal sehingga mengambil kebijakan sendiri.<br /><br />Sekolahnya menerapkan sistem 2:1 yakni sekolah satu hari selama kabut asap ini, namun pelajar diberi modul kemudian fakultatif dua hari demikian seterusnya sehingga sekolah pada Senin dan Kamis saja.<br /><br />"Jadi pelajar tetap kami suruh belajar di rumah meski libur kabut asap dan tetap masuk sekolah pada hari Senin dan Kamis, sedangkan hari lainnya menyesuaikan mau libur atau tidak, kebijakan ini sudah kami laporkan kepapa dinas," jelas dia.<br /><br />Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Muara Teweh, Sunardi, mengatakan jarak pandang permukaan pada Rabu sore mencapai 40 meter dengan jarak pandang vertikal 60 feet.<br /><br />Kondisi ini berkurang dibanding Rabu pagi jarak pandang hanya 20 meter dengan jaak vertikal 50 feet.<br /><br />Berdasarkan pantauan melalui satelit Terra/Aqua (NASA) pada hari Rabu (21/10) sampai pukul 16.00 WIB titik panas di wilayah Barito Utara tidak ada atau nihil.<br /><br />"Kabut asap ini diperkirakan dari daerah lain,karena deteksi satelit Modis itu untuk titik api di daerah ini hingga Rabu sore.," ujar Sunardi. (das/ant)</p>