Barut Salurkan Beras Korban Banjir 100 Ton

oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah salurkan bantuan besar sebanyak 100 ton untuk warga yang menjadi korban banjir akibat meluapnya Sungai yang tersebar di sepuluh desa pada enam kecamatan. <p style="text-align: justify;"><br />"Saat ini bantuan beras dan lainnya terus dilakukan petugas kepada warga yang menjadi korban bannjir," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Guntur Pardede di Muara Teweh, Jumat.<br /><br />Menurut Guntur, ratusan ton beras ini merupakan beras cadangan pemerintah untuk korban bencana terutama korban banjir yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara selama sepekan terakhir.<br /><br />Warga yang mendapat bantuan itu sebanyak 13.000 kepala keluarga tersebar dienam dari sembilan kecamatan di Barito Utara, kecamatan yang teredam banjir itu antara lain, Kecamatan Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, Lahei, Lahei Barat dan Montallat.<br /><br />"Warga yang menerima beras ini khusus mereka yang rumah dan ladangnya terendam banjir," katanya.<br /><br />Guntur menjelaskan, warga yang mendapat bantuan ini terutama warga pada sepuluh desa yang terletak di pinggiran Sungai Barito yang tidak bisa menjalankan aktivitasnya karena banjir selama sepekan.<br /><br />Sebagian besar warga terganggu ekonominya, karena masyarakat tidak bisa menyadap karet yang merupakan mata pencaaharian utama akibat kebun terendam banjir.<br /><br />"Saat ini kami masih memberlakukan tanggap darurat dan kini sedang dalam tahap pemulihan terhadap pasca banjir," jelas dia.<br /><br />Dia mengatakan, sebagain besar desa yang terendam banjir kini mulai normal kembali, karena banjir telah surut, namun wilayah kecamatan yang terparah terendam banjir yakni Kecamatan Montallat sebagian desanya hingga sekarang masih terendam banjir.<br /><br />Kecamatan tersebut berada di wilayah selatan atau hilir Kabupaten Barito Utara. Bantuan untuk warga itu selain beras juga diantaranya berupa mie instan, ikan kaleng dan obat-obatan.<br /><br />"Selain dari pemerintah daerah dan pusat juga dari pihak swasta serta perorangan yang diberikan ada yang secara langsung maupun melalui kami," kata Guntur.<br /><br />Banjir kiriman dari wilayah hulu itu masih belum diketahui berapa nilai kerugian yang dialami warga, namun dipastikan tidak ada korban jiwa. Bahkan akibat banjir itu seluas 17 ribu hektare tanaman padi sawah rusak (puso).<br /><br />"Kami bersyukur mendapat bantuan beras dari pemerintah, karena dalam sepekan kami tidak bisa berusaha menyadap karet karena desa kami terendam banjir," kata seorang warga Desa Teluk Maligoi Kecamatan Montallat. <strong>(das/ant)</strong></p>