Barut Siapkan Bantuan 40.000 Benih Nila GIFT

oleh
oleh

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menyiapkan bantuan 40.000 benih ikan nila gift untuk masyarakat pada 2011. <p style="text-align: justify;">"Bantuan secara cuma-cuma kami fokuskan jenis ikan nila gift untuk petani ikan di sejumlah desa yang diperkirakan Oktober 2011 mulai disalurkan," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan Barito Utara Sunoto di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Sunoto mengatakan bantuan benih ikan ini akan disalurkan kepada petani yang desanya masuk kawasan minapolitan yakni wilayah pengembangan perikanan di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah di antaranya Desa Trinsing, Trahean, Transbangdep, Butong dan Bintang Ninggi.<br /><br />Puluhan ribu ikan nila gift bantuan untuk masyarakat ini dibudidayakan menggunakan kolam, keramba dan jaring apung.<br /><br />"Bantuan ini diharapkan dapat mendorong warga untuk membudidayakan ikan sebagai usaha mereka," katanya didampingi Kasi Produksi Perikanan Suprayetno.<br /><br />Sunoto mengakui, permintaan benih ikan dari masyarakat relatif tinggi. Setahun mencapai lima juta ekor, namun karena keterbatasan dana, hanya sebagian yang dapat dipenuhi dengan produksi sekitar satu juta benih per tahun.<br /><br />Untuk memenuhi kebutuhan benih ikan itu, kata dia, pihaknya berupaya meningkatkan produksi melalui Balai Benih Ikan (BBI) Trinsing, Kecamatan Teweh Tengah, untuk ikan nila, gurame dan mas.<br /><br />Di BBI Lahei Kecamatan Lahei dibudidayakan ikan papuyu (batok), patin, dan jelawat.<br /><br />"Dua lokasi pembudidayaan itu merupakan sentra produksi ikan air tawar di daerah ini," katanya.<br /><br />Peningkatan produksi dilakukan di antaranya dengan pengembangan teknologi pembuatan pakan, memperbaiki induk ikan dengan mengganti bibit yang baru dan memperbanyak kolam.<br /><br />"Akibat terbatasnya produksi sebagian benih ikan masih didatangkan dari luar daerah," kata Sunoto.<br /><br />Sementara itu, seorang petani ikan di Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah, Mukhlis membenarkan saat ini ribuan bibit dan ikan yang dibudidayakannya melalui keramba di Sungai Barito sebagian besar berasal dari bantuan pemerintah daerah.<br /><br />"Namun kalau masih kurang bibit ikan yang dipelihara seperti nila, emas dan patin itu saya mendatangkan dari luar daerah seperti di wilayah Kalimantan Selatan," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>