Basmi Penyakit Kaki Gajah, Bupati Sintang Canangkan BELKAGA 2016

oleh

Bulan Eliminasi Kaki Gajah atau yang disingkat BELKAGA merupakan salah satu program pemerintah untuk membasmi penyakit kaki gajah yang berawal dari gigitan nyamuk, oleh sebab itu, Kabupaten Sintang melalui Dinas Kesehatan, pada hari Jumat (21/10) Bupati Sintang membuka secara resmi kegiatan pencanangan bulan eliminasi kaki gajah di Halaman Kantor Bupati Sintang. <p> </p> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">“penyakit kaki gajah merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, kemudian berkembang di kaki manusia sehingga menjadi pembengkakan, penyakit ini tidak menimbulkan kematian, akan tetapi stigma masyarakatlah yang membuat seseorang terkena penyakit kaki gajah ini bisa menjadikan stres, sering di bully juga” hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Sintang ketika memberikan sambutan.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Lanjut Jarot, maka dari itu semua, untuk menjaga kesehatan agar tidak terjangkit atau terkena penyakit kaki gajah ini, semua masyarakat haruslah meminum obat secara gratis yang telah disediakan oleh pemerintah, hanya satu kali dalam setahun untuk meminumnya dan diulangi selama 5 tahun, minumnya hanya pada saat di bulan oktober, hal ini menjadikan prioritas program untuk menanggulangi banyaknya masyarakat yang terdampak penyakit kaki gajah ini. Katanya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">“penyakit kaki gajah ini merupakan fenomena gunung es, yang dimana sebenarnya masyarakat yang terkena penyakit kaki gajah sangatlah banyak akan tetapi yang baru nampak untuk di Kabupaten Sintang sebanyak 19 kasus dengan data 7 orang sudah meninggal, dan 12 orang masih hidup, orang yang meninggal karena terkena penyakit kaki gajah ini sebenarnya tidak disebabkan oleh kaki gajah, dikarenakan stres akibat stigma masyarakat yang terlalu berfikir negatif kepadanya” tambah Jarot.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Jarot berpesan, hal ini menjadikan komitmen Nasional untuk menanggulangi penyakit kaki gajah, sebab penyakit ini jika sudah merambah ke tubuh sangat sulit 100% untuk menyembuhkan seperti asalnya, maka dari itulah lebih baik kita mencegah sebelum terjadi daripada sudah terjadi baru kita obati, yang dimana penyakit ini baru kelihatan setelah gigitannya 5 sampai 8 tahun, sehingga saya juga berpesan kepada masyarakat, ayolah minum obat anti kaki gajah, untuk mengurangi dan menanggulangi masyarakat akan dampak dari penyakit kaki gajah. Tuturnya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Prof.dr.Saleha Sungkar dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, penyakit kaki gajah ini berawal dari cacing filariasis yang berkembang biak kemudian disebarkan oleh nyamuk yang menggigit, sehingga terjadilah yang namanya penyakit kaki gajah ini, akan tetapi penyakit kaki gajah ini sudah menjadikan atensi dari WHO untuk membasminya hingga pada tahun 2020 , sebab asia sangat potensi sekali terhadap penyakit kaki gajah ini” katanya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">“ada beberapa pernyataan masyarakat untuk tidak meminum obat anti penyakit kaki gajah ini, dengan berbagai alasan, padahal memang jika kita meminum obat anti penyakit kaki gajah ini akan berdampak untuk kedepannya, lebih baik kita mencegahnya daripada setelah itu baru mengobatinya, sehingga harapan ini menjadikan harapan yang sangat penting, mengingat bahwa masyarakat harus terbebas dari penyakit kaki gajah ini” tutur Saleha.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Yulius Jualang, Mewakili kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan, dilaksanakannya kegiatan ini adalah kegiatan di tingkat kabupaten, dengan harapan sebagai tanda untuk berkomitmen menyukseskan penanggulangan kaki gajah di Kabupaten Sintang, hal ini merupakan kebijakan global, sehingga menjadi salah satu sub bidang visi kesehatan, yang dimana kegiatan ini menjadikan program-program prioritas. Tutur Yulius</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">“pencanangan belkaga sudah dimulai 2015 yang lalu, dimana tingkat nasional sudah dilaksanakan di Bogor, untuk di Kalimantan Barat juga sudah dilaksanakan pada Kabupaten Kubu Raya  1 Oktober 2015 yang lalu, tentu setiap kabupaten di Indonesia harus dan wajib untuk minum obat kaki gajah pada setiap bulan oktober sehingga keberhasilan dalam menanggulangi kaki gajah itu merupakan dari kesadaran diri sendiri, kami dari dinas kesehatan dengan harapan penyakit kaki gajah dapat tereliminasi untuk ditahun-tahun kedepannya” tambah Yulius</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"> </div> <p>“penyakit kaki gajah merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, kemudian berkembang di kaki manusia sehingga menjadi pembengkakan, penyakit ini tidak menimbulkan kematian, akan tetapi stigma masyarakatlah yang membuat seseorang terkena penyakit kaki gajah ini bisa menjadikan stres, sering di bully juga” hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Sintang ketika memberikan sambutan.</p> <p>Lanjut Jarot, maka dari itu semua, untuk menjaga kesehatan agar tidak terjangkit atau terkena penyakit kaki gajah ini, semua masyarakat haruslah meminum obat secara gratis yang telah disediakan oleh pemerintah, hanya satu kali dalam setahun untuk meminumnya dan diulangi selama 5 tahun, minumnya hanya pada saat di bulan oktober, hal ini menjadikan prioritas program untuk menanggulangi banyaknya masyarakat yang terdampak penyakit kaki gajah ini. Katanya.</p> <p>“penyakit kaki gajah ini merupakan fenomena gunung es, yang dimana sebenarnya masyarakat yang terkena penyakit kaki gajah sangatlah banyak akan tetapi yang baru nampak untuk di Kabupaten Sintang sebanyak 19 kasus dengan data 7 orang sudah meninggal, dan 12 orang masih hidup, orang yang meninggal karena terkena penyakit kaki gajah ini sebenarnya tidak disebabkan oleh kaki gajah, dikarenakan stres akibat stigma masyarakat yang terlalu berfikir negatif kepadanya” tambah Jarot.</p> <p>Jarot berpesan, hal ini menjadikan komitmen Nasional untuk menanggulangi penyakit kaki gajah, sebab penyakit ini jika sudah merambah ke tubuh sangat sulit 100% untuk menyembuhkan seperti asalnya, maka dari itulah lebih baik kita mencegah sebelum terjadi daripada sudah terjadi baru kita obati, yang dimana penyakit ini baru kelihatan setelah gigitannya 5 sampai 8 tahun, sehingga saya juga berpesan kepada masyarakat, ayolah minum obat anti kaki gajah, untuk mengurangi dan menanggulangi masyarakat akan dampak dari penyakit kaki gajah. Tuturnya.</p> <p>Prof.dr.Saleha Sungkar dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, penyakit kaki gajah ini berawal dari cacing filariasis yang berkembang biak kemudian disebarkan oleh nyamuk yang menggigit, sehingga terjadilah yang namanya penyakit kaki gajah ini, akan tetapi penyakit kaki gajah ini sudah menjadikan atensi dari WHO untuk membasminya hingga pada tahun 2020 , sebab asia sangat potensi sekali terhadap penyakit kaki gajah ini” katanya.</p> <p>“ada beberapa pernyataan masyarakat untuk tidak meminum obat anti penyakit kaki gajah ini, dengan berbagai alasan, padahal memang jika kita meminum obat anti penyakit kaki gajah ini akan berdampak untuk kedepannya, lebih baik kita mencegahnya daripada setelah itu baru mengobatinya, sehingga harapan ini menjadikan harapan yang sangat penting, mengingat bahwa masyarakat harus terbebas dari penyakit kaki gajah ini” tutur Saleha.</p> <p>Yulius Jualang, Mewakili kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan, dilaksanakannya kegiatan ini adalah kegiatan di tingkat kabupaten, dengan harapan sebagai tanda untuk berkomitmen menyukseskan penanggulangan kaki gajah di Kabupaten Sintang, hal ini merupakan kebijakan global, sehingga menjadi salah satu sub bidang visi kesehatan, yang dimana kegiatan ini menjadikan program-program prioritas. Tutur Yulius</p> <p>“pencanangan belkaga sudah dimulai 2015 yang lalu, dimana tingkat nasional sudah dilaksanakan di Bogor, untuk di Kalimantan Barat juga sudah dilaksanakan pada Kabupaten Kubu Raya  1 Oktober 2015 yang lalu, tentu setiap kabupaten di Indonesia harus dan wajib untuk minum obat kaki gajah pada setiap bulan oktober sehingga keberhasilan dalam menanggulangi kaki gajah itu merupakan dari kesadaran diri sendiri, kami dari dinas kesehatan dengan harapan penyakit kaki gajah dapat tereliminasi untuk ditahun-tahun kedepannya” tambah Yulius</p> <p>&nbsp;</p> <div style="text-align: justify;"></div> <p> </p>