Batalyon Infanteri 621 Berangkat Ke Ambalat

oleh

Sekitar 650 personel Batalyon Infanteri 621/Manuntung Kalimantan Selatan diberangkatkan ke perbatasan antara Republik Indonesia dengan Malaysia di Ambalat, Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">Pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia itu, di Banjarmasin, Kamis, melalui upacara dengan inspektur Kepala Staf Korem 101/Mulawarman, Letnan Kolonel Inf Dariyatno.<br /><br />Sebanyak 650 personel Batalyon Infanteri 621/Manuntung itu diberangkatkan ke daerah perbatasan dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia 539/Teluk Parigi.<br /><br />Upacara pemberangkatan personel Batalyon Infanteri 621/Manuntung itu dilakukan sekitar pukul 09.30 WITA di Pelabuhan Peti Kemas Trisakti Banjarmasin.<br /><br />Para isteri, anak, dan sanak keluarga personel itu turut mengantar hingga pelabuhan setempat. Terlihat beberapa keluarga mereka mengeluarkan air mata saat melepas para prajurit itu untuk bertugas di perbatasan.<br /><br />Mereka akan menjalani masa tugas selama lebih kurang satu tahun di kawasan itu. Personel Batalyon 621/Manuntung itu menggantikan Batalyon 631/Antang Kalimantan Tengah yang sudah lebih dahulu bertugas menjaga di daerah Ambalat, perbatasan Republik Indonesia dengan Malaysia tersebut.<br /><br />Pada upacara pemberangkatan prajutir itu, Kepala Staf Korem 101/Antasari, Letkol Inf Dariyatno, membacakan amanat Komandan Korem 101/Antasari.<br /><br />Ia mengharapkan, seluruh personel Batalion 621/Manuntung agar selalu menjaga kedaulatan NKRI di daerah perbatasan, tempat mereka ditugaskan.<br /><br />Selain itu, katanya, mereka juga harus bisa menjaga persahabatan dengan negara tetangga yang selama ini telah dibina.<br /><br />Mereka juga harus menjunjung tinggi harkat dan martabat TNI-AD di mata masyarakat dengan mengedepankan antara lain Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.<br /><br />Selain itu, katanya, mereka di medan tugas selalu berkoordinasi dengan atasan dan personel lainnya agar setiap permasalahan di lapangan bisa diketahui dan ditindak lanjuti.<br /><br />"Agar selalu menjaga kesatuan antarpersonel di lapangan yang mana personel yang berangkat berjumlah 650 personel dan kembali harus 650 personel," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>