Home / Tak Berkategori

Batas Administratif Bukan Masalah Sepele

- Jurnalis

Senin, 21 November 2011 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak sedikit konflik yang terjadi di masyarakat diakibatkan belum jelasnya tata batas administratif wilayah masing-masing, apalagi ketika perbatasan itu memiliki nilai ekonomis yang tinggi. <p style="text-align: justify;">“Sebagai bagian dari sistem peringatan dini, pemerintah daerah sudah selayaknya memberikan perhatian lebih untuk memperjelas tata batas ditiap wilayah baik antaradusun, desa, dan seterusnya hingga antar provinsi,” kata Ginidie, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang, akhir pekan lalu di Sintang.<br /><br />Beberapa waktu lalu terungkap peluang hilangnya wilayah Kabapaten Sintang seluas 80 ribu hektar yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dalam wilayah kecamatan Serawai dan Amabalau, dimungkinkan 80 hektar itu bisa masuk Kalimantan Tengah.<br /><br />Data sementara itu adalah hasil kerja konsultan yang melaksanakan pekerjaan penegasan batas, namun terhadap persoalan itu Pemkab Sintang sudah mengirimkan surat untuk menunda dulu penetapan tata batas tersebut.<br /><br />Menurut Legislator Dapil Serawai-Ambalau ini, masalah perbatasan ini bukan hanya terjadi antarnegara, tetapi bisa juga terjadi antarprovinsi hingga antardusun.<br /><br />“Sehingga eksekutif kami harapkan bisa lebh serius mengurusi batas administratif ini karena bisa memicu konflik,” tukasnya.<br /><br />Soal alokasi anggaran untuk menggenahkan persoalan batas tersebut, ia mengatakan tentunya butuh biaya yang tidak sedikit, tetapi setidaknya dengan biaya yang tersedia, sangat diharapkan kerja-kerja penegasan batas administratif ini bisa diefektifkan.<br /><br />“Kalau bicara dana selalu saja kurang, tetapi kami berharap yang ada dimanfaatkan dengan baik,” ujar Ketua DPD Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Kabupaten Sintang ini.<br /><br />Bahkan ia mengatakan secara pribadi siap membantu tim dari eksekutif untuk memenuhi kebutuhan kegiatan penegasan batas administratif khususnya di wilayah kecamatan Serawai-Ambalau yang merupakan daerah pemilihannya.<br /><br />“Saya pribadi kalau untuk bantu transport dan makan minum siap membantu, karena saya wakil dari sana dan ini menjadi beban moral bagi saya ketika batas-batas administratif di dua kecamatan kami itu tidak ada kejelasan,” kata dia.<br /><br />Menurutnya, terhadap kegiatan penegasan tata batas itu, aparat pemerintah sudah selayaknya tidak hanya mengurusi perbatasan yang memiliki motif bisnis seperti ketika ada kegiatan investasi masuk, maka diwilayah itu yang diselesaikan masalah batasnya.<br /><br />“Penegasan tata batas ini harus menyeluruh, artinya pada suatu waktu nanti sudah tidak ada lagi wilayah di Sintang yang tidak jelas batas administratifnya, semua sudah selesai dan terpetakan dengan baik sehingga satu peluang pemicu konflik sudah bisa dihilangkan,” jelasnya.<br /><br />Dalam upaya penegasan tata batas itu, ia mengatakan pola yang diterapkan haruslah partisipatif karena pada dasarnya masyarakat yang tinggal di wilayah itulah yang paham mana batas-batas wilayah mereka.<br /><br />“Namun untuk hal-hal tertentu masyarakat butuh fasilitasi, namun tetap saja pola partisipatif itu harus dilakukan,” imbuhnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru