BBM 1000 Kiloliter Tiba, Air Sungai Melawi Semakin Surut

oleh

Debit air Sungai Melawi semakin berkurang, kedalaman air di dermaga Terminal BBM Sintang tinggal 135 sentimeter, namun pihak Terminal BBM Sintang tetap berupaya agar bahan bakar minyak (BBM) yang datang bisa dibongkar di dermaga. <p style="text-align: justify;">“Kami tetap upayakan untuk bongkar di dermaga kami dan mudah-mudahan masih bisa,” kata Operation Head Terminal BBM S&D Region IV Sintang, Sondang Lumban Raja melalui Pengawasa Penyaluran Penimbunan, Hadi Priyono kepada Kalimantan-news, Senin (27/06/2011) di Sintang.<br /><br />Kemarin dijadwalkan tongkang milik pertamina yang mengangkut BBM 1000 kiloliter tiba di Sintang dan akan langsung di bongkar di dermaga. Semakin surutnya air di Sungai Melawi membuat alur sungai sebenarnya mulai tampak dan pihak Pertamina Sintang sudah mengupayakan memasang rambu sementara untuk menandai alur yang dangkal sehingga diharapkan tongkang tidak terjebak dan kandas.<br /><br />“Upaya bongkar di dermaga ini juga sekalian mencoba apakah masih bisa masuk atau tidak dengan kedalaman air di dermaga yang tinggal 135 sentimeter,” ujarnya.<br /><br />Kalau masih bisa, tentunya distribusi berikutnya tetap akan dilakukan pembongkaran muatan di dermaga yang ada sekarang.<br />“Kalaupun tidak, beberapa alternatif sudah kami sediakan agar distribusi BBM tidak mengalami hambatan,” jelasnya.<br /><br />Beberapa hari lalu, Hadi maupun Sales Area Manager Pertamina Regional VI Kalbar, Ibnu Chouldum menerangkan beberapa alternatif yang akan dilakukan jika air di Sungai Melawi benar-benar surut dan tongkang pengangkut BBM tidak bisa masuk dermaga diantaranya adalah bongkar muat dialur Sungai Kapuas tetapnya di sekitar depan kediaman bupati dan daerah masuka untuk kemudian diangkut menggunakan mobil.<br /><br />Kalaupun tongkang tidak bisa sampai ke Sintang, maka akan diupayakan bongkar di Sanggau untuk kemudian diangkut menggunakan mobil ke sejumlah penyalur BBM yang ada di Kabupaten Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu.<br /><br />Menurut Hadi, jika distribusi harus dilakukan lewat jalan darat terutama ketika harus bongkar di sanggau, tentunya ada keterbatasan waktu karena kapasitas mobil tangki pengangkut itu kecil dan jarak yang ditempuh menjadi jauh, berbeda dengan ketika tongkang bisa sampai ke Terminal BBM Sintang sehingga BBM yang masuk langsung dalam jumlah banyak dan waktu distribusi bisa lebih singkat.<br /><br />“Bagaimanapun kami tetap berupaya untuk memenuhi kebutuhan BBM ini agar jangan sampai ada kendala, kami tetap berupaya semaksimal mungkin seperti yang sebelumnya kami lakukan ketika musim kemarau datang,” jelasnya. <strong>(phs)</strong></p>