BBM Boleh Naik, Asal Sembako Stabil

oleh

Wacana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sempat menuai pro dan kontra. Sementara, sejumlah masyarakat Kabupaten Sekadau mengaku tidak mempermasalahkan wacana tersebut. <p style="text-align: justify;">“Kalau minyak naik, ya tidak apa-apa. Asal harga sembako tidak ikut naik. Jadi kan seimbang. Kalau sembako juga naik mati kita,” ujar Indri (24) seorang ibu rumah tangga, kemarin.<br /><br />Menurut Indri, dengan harga jual BBM di SPBU yang saat ini dipatok Rp. 6.500 per liter, masyarakat kecil pun tidak begitu menikmati subsidi dari pemerintah tersebut. Pasalnya, subsidi BBM disinyalir hanya dinikmati oleh oknum itu-itu saja.<br /><br />“Kita mau beli minyak di SPBU pun susah. Selama ini pun kami lebih sering beli di kios pengecer yang harganya Rp. 8.000 per liter. Kalau mau dinaikkan lagi (BBM) menurut kami tidak masalah, toh selama ini juga kita tidak menikmati,” tutur Indri.<br /><br />Namun, wacana kenaikan harga BBM itu mesti diimbangi dengan stabilnya harga sembako. Sejauh ini, harga sembako kerap naik turun. “Harga sembako tolong jangan naik-naik terus. Dampaknya sangat terasa bagi kami,” pinta Indri. <strong>(Mto/kn)</strong></p>