Fransiskus (23) warga Desa Sabang Surai Kecamatan Sungai Tebelian nekad menghabisi nyawa ayah kandungnya Yosep dengan sebilah tombak pada Sabtu (29/3) sekitar pukul 23.00 Wib. <p style="text-align: justify;">Fransiskus nekad menghabisi nyawa bapaknya karena tidak terima melihat ayahnya sering kali menyakiti ibunya.<br /><br />Kejadian ini bermula ketika Ibu kandung Fransiskus yang bernama Sumarni nonton TV di rumah pamanya bersama suaminya Yosef. Namun sekitar pukul 23.00 Yosep lebih dulu pulang kerumah baru setelah itu disusul sumarni.<br /><br />Entah setan apa yang merasuki nyawa suaminya, tiba-tiba ayah kandung Fransiskus yang bernama Yosep mengamuk dan mengeluarkan kata-kata yang kurang baik kepada Sumarni.<br /><br />Dengan membawa senjata (Parang dalam bahasa setempat), Yosep mengancam akan membunuh Sumarni. Karena merasa terpepet, Sumarni langsung berteriak dan memanggil Fransiskus anak sulungnya. Mendengar teriakan ibunya, Fransiskus langsung pulang ke rumahnya. Melihat ibunya berada dalam ancaman parang sang ayah, ia pun langsung mengambil tombak yang ada di rumahnya dan langsung menghunjamkanya ke punggung ayahnya. <br /><br />Atas tusukan tersebut Yosep langsung jatuh dan meninggal dunia. Perlakuan buruk Yosep kepada Sumarni diakui beberapa keluarga bukan pertama kalinya. Yosep sering kali cekcok dengan Sumarni. <br /><br />“Sering mengamuk dan mengancam akan membunuh. Katanya karena dia cemburu,” kata salah satu tetangga Sumarni ketika ditemui saat mengantarkan jenazah Yosef ke Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang untuk di outopsi. <br /><br />Hal yang sama diungkapkan Sumarni istri Yosep, sebelum suaminya meninggal ia sempat berkelahi dengan suaminya. “Saya dicekik dan saya panggil Fransiskus,” kata Sumarni sambil terisak.<br /><br />Informasi yang dihimpun di lapangan, Yosep mengamuk lantaran cemburu terhadap istrinya.<br /><br />Keman Kepala Desa setempat ketika dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan insiden penusukan yang dilakukan seorang anak terhadap ayah kandungnya. Namun Keman sendiri tidak mengetahui secara persis motif penusukan tersebut.<br /><br />“Saya tidak mengetahui secara persis. Tapi yang jelas ada masalah keluarga,” kata Keman ketika dihubungi kemarin.<br /><br />Ketika ditelpon, Keman sendiri mengaku masih berada di tempat kejadian perkara. Ia masih mencoba menenangkan pihak keluarga. <br /><br />“Untuk korban masih berada di TKP. Sedangkan untuk pelaku sudah diamankan pihak kepolisian,”ujarnya.<br /><br />Kapolsek Sungai Tebelian Iptu Riyan Hutagalung membenarkan insiden pembunuhan yang dilakukan Fransiskus terhadap ayahnya Yosef. Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden itu.<br />“Kami sudah datangi TKP. Untuk pelaku sudah kami amankan dan korban sudah kita outopsi,” kata Riyan.<strong>(ek/das)</strong></p>

















