Belasan Ibu-Ibu Warga Pangeran Kuning Datangi Mapolres Sintang

oleh

Belasan ibu-ibu yang berasal dari 3 RT di wilayah RW 3 kelurahan Tanjung Puri Sintang mendatangi kantor Mapolres Sintang. Rasa kecewa yang mendalam melatarbelakangi langkah para ibu rumah tangga ini untuk membuat laporan kepada aparat kepolisian, atas kasus tidak diterimanya hak mereka mendapatkan minyak tanah bersubsidi selama 2 bulan berturut-turut. <p style="text-align: justify;">“Kami kecewa karena setelah dilakukan beberapa kali pertemuan di kantor kelurahan sampai sekarang masalah itu tidak ada kelanjutanya. Makanya kami datang ke sini untuk membuat laporan langsung,”ujar Asniwati, salah satu ibu-ibu yang turut datang ke Mapolres Sintang.<br /><br />Belasan ibu-ibu ini datang ke Mapolres dan langsung menuju ke ruang sentra pelayanan kepolisian (SPK). Di depan aparat yang bertugas, para ibu-ibu langsung bercerita tentang perlakukan tidak adil yang diterimanya.<br /><br />“Minyak tanah itu kan minyak bersubsidi, itu menjadi hak kami. Kok seenaknya saja diambil,”celoteh Asniwati<br /><br />Ada sekitar 400an KK di 3 RT yang jatah minyak tanah subsidinya tidak diberikan oleh pangkalan Rives yang biasanya mendistribusikan minyak tanah bersubsidi kepada masyarakat.<br /><br />“Memang minyak tanah kami yang satu bulan sudah diganti. Kami mendapatkan minyak tanah 10 liter per KK. Tapi bukan berarti proses hukumnya dihentikan. Kami datang ke sini minta agar proses hukum itu tetap dilanjutkan,”tegas Asniwati yang mengaku rela meninggalkan anaknya yang masih sekolah demi datang ke Mapolres Sintang.<br /><br />Keinginan warga untuk tetap melanjutkan proses hukum masalah minyak tanah subsidi yang tidak diberikan agar hal yang sama tidak terjadi ditempat lain. Dengan diberikanya hukuman atau sanksi bagi pelaku yang merugian ratusan masyarakat maka diharapkan ada efek jera.<br /><br />“Kami juga kecewa dengan orang-orang yang ada di atas. Yang tahunya taken surat diatas meja tapi tak tahu kondisi masyarakat,”celetuk seorang ibu penuh semangat.<br /><br />Orang-orang diatas yang dimaksudnya oleh ibu-ibu yang masih menggunakan mintak tanah sebagai bahan bakar kompor untuk memasak antara lain lurah dan polisi. Terhadap lurah warga kecewa lantaran hingga saat ini belum bisa mempertemukan warga dengan pihak pemilik pangkalan minyak. <br /><br />Sementara terhadap aparat kepolisian kekecewaan itu disebabkan tak adanya tindak lanjut dari masalah tersebut. <br /><br />“Kami sudah terlalu lama menunggu. Kalau kami diam, saya yakin hal seperti ini akan terus terjadi di tempat-tempat lain,”ungkap Asniwawi.<br /><br />Ketika ibu-ibu sedang membuat laporan, Lurah Tanjung Puri beserta salah satu staf kelurahan nampak memasuki halaman Mapolres Sintang. Setelah sempat masuk ke ruang SPK kemudian keluar dan berbincang dengan dua orang polisi, lurah Tanjung puri tak lagi terlihat. Ia juga terkesan tak memberikan kesempatan kepada wartawan untuk menanyainya.<br /><br />Ditempat yang sama, Pardi warga Tanjung Puri yang sedari awal mengangkat masalah tak diberikanya jatah minyak tanah bersubsidi ini mengatakan bahwa dirinya pernah diminta untuk menandatangani berita acara damai di kantor kelurahan.<br /><br />“Tiga hari setelah kami datang ramai-ramai ke kantor kelurahan saya diminta datang lagi dan diminta menandatangani berita acara damai. Tapi saya tolak, karena proses damai itu bukan dengan saya saja, tapi harus dengan semua warga. Kalau saya teken surat itu, namanya saya berkhianat, makanya saya tidak mau,”bebernya.<br /><br />Pardi juga mengatakan bahwa keenggananya untuk menandatangani berita acara lantaran dirinya dan warga di 3 RT belum pernah bertemu langsung dengan pihak pangkalan maupun SPBU yang mensuplay minyak tanah kepada panngkalan.<br /><br />“Ketamu saja belum, bagaimana mau damai. Jadi kami menegaskan bahwa masyarakat di 3 RT tetap meminta proses hukum masalah ini tetap dilanjutkan,”pungkasnya.<br /><br />Ketika hendak dikonfirmasi, Kapolres Sintang AKBP Firly Ruspang Samosir tidak ditempat. Begitu juga dengan Wakapolres dan Kasat Reskrim.<br /><br />“Pak wakapolres sedang keluar, persiapan untuk sholat Jumat,”ungkap seorang staf di depan ruang wakapolres. <strong>(*)</strong></p>