Belasan Rumah Di Samarinda Hangus Terbakar

oleh

Belasan rumah d Samarinda, Kalimantan Timur, hangus terbakar, Kamis (16/12). Sejumlah saksi mata yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan, api diduga berasal dari lantai dua rumah kontrakan milik Lukman yang dihuni Abdullah. <p style="text-align: justify;">"Api mulai terlihat membumbung dari lantai dua rumah yang dikonrak pak Abdullah. Saat itu, hanya anaknya yang berada di rumah karena pak Abdullah dan istrinya masih bekerja," ungkap seorang saksi mata. <br /><br />Selain menghanguskan sekitar 15 rumah warga, kebakaran yang berlangsung di Jalan Gunung Lingai, RT. 15, Kelurahan Gunung Lingai, Samarinda Utara itu, juga nyaris menghanguskan sebuah gedung Sekolah dasar. <br /><br />"Beruntung, api bisa segera dipadamkan sehingga tidak sampai membakar keseluruhan gedung SD 006," ungkap seorang warga jalan Gunung Lingai, Bu Sum ditemui usai kebakaran berlangsung. <br /><br />Sebelum api berkobar dan menyambar rumah warga yang umumnya mudah terbakar karena terbuat dari kayu, warga mengaku sempat mendengar suara ledakan. <br /><br />"Kami sempat mendengar ada suara ledakan dari rumah pak Abdullah dan tak lama api langsung berkobar. Kemungkinan ledakan itu berasal dari kompor minyak tanah," kata Bu Sum. <br /><br />Warga lainnya menduga, kebakaran itu bermula saat anak Abdullah bermain api di lantai dua rumah yang dikontraknya. <br /><br />"Beberapa warga mengaku ssebelum kebakaran terjadi anak pak Abdullah sempat bermain api. Namun, kami belum bera atau sebab lainnya," ujar seorang warga Gunung Lingai, Nurdin. <br /><br />Ketua RT 15 Kelurahan Gunung Lingai, Antung, mengatakan bahwa kebakaran itu juga menghanguskan rumahnya. Namun, Antung mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. <br /><br />"Dari keterangan warga, api berasal dari rumah kontrakan pak Lukman yang dihuni oleh Abdullah berasma keluarganya. Tapi, saya belum bisa memastikan, apakah kebakaran itu akibat ledakan kompor atau hubungan pendek arus listrik. Ada juga warga yang menduga kalau kebakaran itu karena anak pak Abdullah bermain api," kata Antung. <br /><br />Lurah Gunung Lingai, Anstri Djafar yang juga ditemui di lokasi kebakaran menyatakan, belum bisa memastikan jumlah Kepala Keluarga yang menjadi korban kebakaran itu. <br /><br />"Dari data sementara, kebakaran itu menghanguskan 10 rumah dan 10 rumah sewaan yang dihuni 30 Kepala Keluarga (KK). Namun, jumlah pastinya masih kami inventarisir," ungkap Lurah Gunung Lngai tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p>