Belum Ada Titik Panas Di Kotawaringin Timur

oleh

Semua pihak terkait di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mulai mewaspadai kebakaran lahan meski saat ini belum ada titik panas atau hotspot di daerah setempat. <p style="text-align: justify;">"Belum ada titik panas terpantau di Kotawaringin Timur. Mudah-mudahan tidak sampai ada," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni di Sampit, Senin.<br /><br />Pemantauan titik panas dilakukan setiap hari sebagai antisipasi dini, mengingat Kotawaringin Timur termasuk daerah rawan kebakaran lahan. Meski saat ini masih musim hujan, pencegahan harus dilakukan agar tidak sampai terjadi kebakaran lahan parah.<br /><br />Hasil pemantauan satelit pukul 05:00 WIB, hanya ada satu titik panas terpantau di Kalimantan Tengah, yaitu di Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Munculnya titik panas ini menjadi peringatan bagi daerah lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan.<br /><br />Ancaman kebakaran lahan di Kotawaringin Timur sangat tinggi karena sebagian lahan di daerah ini merupakan gambut. Saat kemarau, lahan gambut kering sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan karena api membakar hingga ke dalam tanah.<br /><br />"Mudah-mudahan tahun ini tidak ada kemarau panjang, tapi kita tetap harus waspada," ucap Yulida.<br /><br />Saat kemarau tahun 2015 lalu, Kotawaringin Timur, khususnya Sampit merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang cukup parah dilanda kebakaran lahan dan kabut asap. Aktivitas penerbangan sempat lumpuh, sekolah diliburkan dan ribuan warga terserang infeksi saluran pernafasan akut. Pemerintah harus menyiapkan rumah oksigen dan rumah singgah untuk penderita korban asap.<br /><br />Untuk mencegah itu, perlu dilakukan pencegahan sejak dini. Pengawasan terus dilakukan sehingga jika ditemukan kebakaran lahan, bisa langsung dipadamkan sehingga tidak sampai meluas. (das/ant)</p>