Belum Setahun Ditempati, Puskesmas Pandan Sudah Reyot

oleh

Belum setahun difungsikan sebagai tempat layanan kesehatan, puskesmas pandan yang berada di desa Merarai 1 terlihat reyot. Bahkan beberapa waktu lalu, teras puskesmas yang baru ditempati sejak November 2011 lalu ini runtuh. Runtuhnya teras puskesmas ini dipastikan kontruksi bangunan dan cara cor teras yang tidak benar. <p style="text-align: justify;">“Sepertinya runtuhnya hari Sabtu atau Minggu. Karena hari Jumat belum terjadi, dan kami justru dikasih tahu oleh orang dinas yang meminta foto runtuhnya teras ini di BBMkan. Kami sendiri baru tahu kalau teras ini runtuh pada hari Seninnya,”ungkap salah satu staf di puskesmas Pandan yang enggan namanya ditulis saat ditemui Jumat (22/06/2012)  lalu. <br /><br />Tidak hanya bagian teras puskesmas yang runtuh karena pengerjaan yang asal-asalan, sejumlah ruangan yang menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat juga kondisinya mengkhawatirkan. Seperti yang terlihat di ruang pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Tepat dibagian kepala bad pemeriksaan, atap yang di cor terlihat retak dan seperti akan runtuh. “Khawatirnya kalau pas ada yang periksa, lalu runtuh pula,”tambahnya lagi. <br /><br />Saat didatangi kepala puskesmas dr.Lise Pernikawati Sibuea sedang tidak berada di tempat. Ketika dicoba dikontak melalui ponselnya pada Minggu (24/6/2012) juga tidak diangkat. Hingga berita ini ditulis, pesan singkat untuk permintaan konfirmasi juga tidak mendapatkan respon. <br /><br />Ditambahkan oleh staf puskesmas yang lain, bahwa awalnya pihak puskesmas sudah menyatakan menolak menempati gedung baru tersebut. Alasanyac karena kondisi banguna yang terlihat tidak kuat dan mengkhawatirkan. <br /><br />“Pada saat tiangnya baru dipasang saja sudah terlihat tidak benar. Tiangnya mereng tidak tentu rudu. Makanya kami dulu sempat menolak menempati gedung ini. Tapi karena pihak dinas meminta kami menempati dengan alasan ditempati atau tidak ditempati bangunan ini juga akan tetap rusak, akhirnya kami pun berdamai dan mau menempati bangunan ini,”tuturnya seraya mengingatkan agar namanya tidak ditulis dengan dalih kewenangan memberikan informasi berada pada pimpinannya. <br /><br />Bagian dinding yang akan runtuh juga terlihat di pintu masuk dekat ruang obat (apotik). Bagia tepi dinding yang menempel pada pintu ruangan terlihat retak sampai ke bagian dek. Retaknya dinding ini membentuk tarikan yang berlawanan arah dengan pintu masuk ruangan. <br />“Pihak dinas sudah datang ke sini juga. Setelah melihat foto mereka ingin melihat langsung kondisi puskesmas. Katanya tahun depan bangunan ini akan diratakan dengan tanah dan akan dianggarkan lagi untuk pembangunan puskesmas yang baru,”tambah staf puskesmas yang telah siap-siap pulang.<br /><br />Informasi yang berhasil di himpun wartawan tribune, pembangunan puskesmas Pandan ini dilaksanakan pada sekitar tahun 2008 dan 2009. Dengan dua kali anggaran dan proses tender. Dananya sekitar Rp 400 juta. Informasi yang terhimpun pula bahwa pembangunan puskesmas Pandan ini dilakukan oleh kontraktor berinisial Hrms. Sempat tak genah, dan kemudian dilakukan pengawasan khusus oleh staf teknis dari dinas PU. Meski penganggaran dan pembangunan telah dimulai sejak 2008, namun puskesmas tersebut baru ditempati tahun 2011 lalu. Sebelumnya aktivitas pelayanan kesehatan dilakukan di bangunan lama yang tepat berada di samping puskesmas yang reyot tersebut. <br /><br />Sindi Arisona, staf teknis dinas PU yang diperbantukan untuk melakukan pengawasan pada proses pembangunan gedung puskesmas di tahun 2009 lalu ketika dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan bahwa kesimpulan dari pengawasan yang dilakukan adalah bangunan puskesmas dibangun tidak sempurna. Ia memilih menggunakan kalimat “tidak sempurna” ketimbang menggunaan kata “jelek” dari hasil pengawasanya. <br /><br />Pria yang akrab di sapa Sin Sin ini mengatakan bangunan puskesmas telah sesuai dengan gambar dan kegiatan yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Namun dari segi kualitas diakuinya memang tidak bagus alias jelek. Atas hal itu pula menurutnya pada saat dilakukan pemeriksaan oleh BPK, ada catatan yang mengharuskan pihak kontraktor melakukan perbaikan. “Mereka sudah melakukan perbaikan, pada atap dan memperkuat struktur. Karena BPK membuat catatan kalau tidka dilakukan perbaikan, maka seluruh dana anggaran pembangunan puskesmas itu harus dikembalikan oleh kontraktor,”katanya. <br /><br />Ditahun 2009, pembangunan puskesmas Pandan ini mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 300 juta lebih. anggaran ini merupaka kucuran dana kedua, karena ditahun 2008 juga telah dialokasikan sejumlah dana yang belum diketahui angka pastinya. <br />“Memang sudah dilakukan perbaikan, tapi kalau sekarang ada yang roboh atau runtuh itu karena kontruksi awalnya sudah tidak baik. Jadi perbaikan tidak memberikan banyak pengaruh,”katanya lagi seraya mengatakan bahwa informasi lengkap bisa didapatkan dari PPTK yang ada di dinas kesehatan. <br /><br />Sementara itu ketua komisi C DPRD Sintang H.Ahmad Sutarmin ketika dimintai komentarnya mengatakan bahwa dinas teknis dan inspektorat harus melihat hal ini. tidak hanya sekedar melihat, namun menjadikan pula sebagai bahan evaluasi. <br />“Kami di dewan memang sudah mengagendakan evaluasi sejumlah SKPD termasuk dinas kesehatan dan pendidikan. Kalau dinas kesehatans sudah melihat dan mengetahui tentang runtuhnya teras puskesmas, tentu ada penjelasan mengapa itu bisa terjadi. Baru 4 tahun dibangun kok sudah rusak,”tegasnya. <br /><br />Jika dari dinas mengatakan akan menganti dengan bangunan baru, maka menurutnya persoalanya tidak segampang itu. “Ini masalah pemerintah dan hak masyarakat, bukan hanya soal robohkan trus bangun lagi. Dinas teknis termasuk inspektorat harus mengambil sikap dibalik ini semua,”pungkasnya<strong>. (ast)</strong></p>