Bendahara Satpol PP Tak Penuhi Panggilan Penyidik

Bendahara Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin tidak hadir memenuhi panggilan penyidik dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi di instansi tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, Ramadani SH MH di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, Bendahara Satpol PP bernama Rusmiati sampai sekarang belum memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi.<br /><br />Rusmiati sudah diberitahukan dan dipanggil melalui surat panggilan untuk datang ke Kejari Banjarmasin agar menghadap jaksa penyidik, dan panggilan tersebut untuk Jumat (15/7) tapi tak kunjung datang.<br /><br />Rusmiati tidak datang memenuhi panggilan tanpa keterangan yang jelas sehingga pihak Kejaksaan akan melayangkan panggilan ke dua, katanya.<br /><br />"Bendahara Satpol PP, Rusmiati tak datang dalam panggilan pertama tanpa ada keterangan yang terkait ketidak hadirannya memenuhi panggilan jaksa penyidik, padahal Rusmiati kapasitasnya dalam panggilan itu hanya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Satpol PP," ucapnya.<br /><br />Selain pemeriksaan terhadap bendahara tersebut pihak jaksa penyidik sebelumnya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar sembilan orang saksi yang semuanya berdinas di instansi Satpol PP Kota Banjarmasin.<br /><br />Rencananya pihak jaksa penyidik dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin akan melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 20 orang saksi yang diantaranya dari instansi Satpol PP dan instansi yang terkait dalam kasus dugaan korupsi ditubuh Satpol PP Kota Banjarmasin.<br /><br />"Kita sudah periksa sembilan orang saksi dan rencananya ada sekitar 20 saksi yang akan diperiksa terkait kasus korupsi dengan modus perjalanan dinas yang diduga fiktif adanya," jelasnya.<br /><br />Dalam kasus dugaan korupsi modus perjalanan dinas yang diduga fiktif itu pihak Kejaksaan Negeri Banjarmasin telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut diantaranya Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin yang berinisial NZ.<br /><br />Ditetapkannya tersangka itu karena terbukti secara sah bahwa dalam perjalanan dinas yang dilakukan instansi tersebut terdapat perbuatan melawan hukum dan juga terdapat kerugian negara, demikian Ramadani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>