Bengkayang Rekrut Kepala Sekolah Kader Anti Narkoba

oleh
oleh

Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat menggandeng Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk membentuk kelompok sebagai kader penyuluh anti narkoba di kalangan dunia pendidikan. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, DR Yan saat dihubungi dari Pontianak, Kamis, menuturkan, pembentukan kader tersebut merupakan kegiatan dari BNNP Kalbar, "Kami siap untuk mendukung dan memfasilitasi," kata Yan.<br /><br />Ia menambahkan, sekolah menjadi media yang sangat baik untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Tujuannya untuk mencegah generasi muda terjebak dalam bahaya narkoba mengingat Kabupaten Bengkayang termasuk daerah rawan dan terletak di wilayah perbatasan.<br /><br />Sedikitnya enam puluh kader penyuluh anti narkoba yang dibentuk itu berasal dari jajaran kepala sekolah dan pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang.<br /><br />Kepala Bidang Pencegahan BNNP Kalbar, Isnawati menambahkan, kader anti narkoba itu berperan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba.<br /><br />Secara kelembagaan, Kabupaten Bengkayang merupakan daerah yang paling baru memiliki BNN di Kalbar. Di Kalbar, yang sudah memiliki BNN yakni Kota Pontianak, Singkawang, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Pontianak.<br /><br />Salah seorang kepala sekolah, Alamsyah dari SMP PGRI Bengkayang, menyambut baik pembentukan kader anti narkoba tersebut.<br /><br />"Bengkayang ini sebagai salah satu daerah rawan karena berbatasan langsung dengannegara tetangga," kata Alamsyah.<br /><br />Hadir dalam pembentukan kader anti narkoba itu dari kalangan Kejaksaan Negeri Bengkayang dan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan setempat. <strong>(das/ant)</strong></p>