Bensin 10.000/Liter, Ketua Dewan Angkat Bicara

oleh
oleh

Melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bensin di Kota Putussibau dan sekitarnya membuat masyarakat mengeluh, pasalnya saat ini harga bensin yang dijual oleh pemilik kios atau pengecer sebesar Rp.10.000/liter, meski sudah pernah Pemerintah Daerah mengeluarkan peraturan tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diedarkan kesemua pengecer atau pemilik kios dengan ketentuan bensin Rp.5.500/liter, namun pihak pengecer menjual bensi seharga Rp.7.000-8.000/liter, namun sejak pada malam takbiran hingga kini harga bensin melonjak naik hingga Rp.10.000/liternya. Seakan-akan Surat Keputusan Bupati Kapuas Hulu diabaikan oleh pengecer atau pemilik kios BBM. <p style="text-align: justify;">Kepada kalimantan-news Senin (05/09/2011), Marwansyah salah satu warga Kota putussibau mengaku sangat mengeluh dengan harga bensin yang semakin hari semakin mengalami kenaikan, dengan demikian menurut Marwansyah bahwa minyak bersubsidi tersebut hanya dinikmati oleh pengecer dan pemilik kios BBM, sebab masyarakat  seakan-akan tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan lagsung dari APMS yang ada di Kota Putussibau dan sekitarnya, karena yang hingga kini mengantri di APMS kebanyakan para pengecer atau pemilik kios yang antriannya terkadang hingga ratusan meter.<br /><br />“Waduh Mas..harga minyak saat ini sangat-sangat merugikan masyarkat banyak sementara para pengecer atau pemilik Kios meraup keuntungan dari penderitaan rakyat, Saya berharap para aparat maupun Pemerintah Daerah segera mengambil langkah dan tindakan agar harga minyak yang ada di kota Putussibau dan sekitanya kembali normal, dengan harga yang dijangkau oleh masyarakat,” pintanya. <br /><br />Sedangakan menurut keterangan salah satu penjual BBM eceran yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa naiknya harga bensin hingga Rp. 10.000/liter tersebut disebabkan oleh pasokan minyak yang terbatas, dan saat ini dirinya sulit untuk mendapatkan minyak. <br /><br />“Minyak sekarang langkah pak, Kita kesulitan untuk mendapatkan minyak untuk di jual,” terangnya.<br /> <br />Sementara itu terkait melonjaknya harga Bensin di Kota Putussibau dan sekitarnya, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade M Zulkifli angkat bicara, Ade dengan tegas mengatakan agar pihak aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah dapat mengambil langkah yang konkrit ditengah-tengah masyarakat, menurut Ade bahwa melonjaknya harga bensin tersebut dikarenakan tidak adanya ketegasan baik dari Pemerintah Daerah maupun dari aparat penegak hukum. <br /><br />“Seharusnya Keputusan Bupati yang pernah dilayangkan di kawal oleh instansi terkait, dan benar-benar ditindak tegas, jangan sampai Keputusan Bupati tersebut tidak ada artinya dimata pengecer maupun pemilik kios BBM akhirnya yang dirugikan masyarakat banyak, dan Saya rasa aparat penegak hukumpun jangan merasa takut untuk mengambil tindakan dalam menertibkan penimbunan-penimbunan BBM demi kepentingan masyarakat,” harapnya. <br /><br />Menurut Ade bahwa selaku wakil rakyat dirinya akan segera mengambil langkah dan tidak akan membiarakan masyarakat menjadi korban akibat sekelompok atau oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan tanpa mengikuti aturan yang berlaku. <br /><br />“Tidak menutup kemungkinan  Kami pihak legislative akan menanggil pihak eksekutif atau Pemerintah Daerah, agar masalah kenaikan harga BBM di Kota Putussibau dan sekitarnya dapat teratasi tanpa berlarut-larut, dulu Saya sudah sarangka agar Pemda Kapuas Hulu mendirikan SPBU yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk mengimbangi APMS atau SPBU swasta yang ada, dengan demikian tidak akan ada harga BBM yang merugikan masyarakat, tapi yang jelas untuk BBM harus ada ketegasan dari pihak terkait,” pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>