Bentuk Tim Penaksir BMD

oleh

SINTANG, KN – Kabupaten Sintang belum memiliki jabatan fungsional penaksir harga barang milik daerah (BMD). Akibatnya, BMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak dapat dikelola dengan optimal, serta membebani keuangan daerah untuk biaya perawatan.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah saat menyampaikan sambutannya dalam pelatihan teknis Penilaian Barang Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Rabu (7/4/2021).

Belum adanya jabatan fungsional penilai BMD yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sintang, menurutnya mempersulit pelaksanaan tugas pemanfaatan dan pemindahtanganan penjualan khusus barang milik daerah selain tanah dan bangunan.

“Oleh karena itu, dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi pengelolaan barang milik daerah, untuk jangka pendek ini, kita akan membentuk tim penaksir barang milik daerah sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh peraturan perundangan yang berlaku,” ujarnya.

Pelatihan teknis ini adalah pendahuluan, guna memberikan pengetahuan dan pemahaman yang tepat dan terukur dalam pengelolaan BMD. Khususnya dalam hal penilaian atau penaksiran barang milik daerah selain tanah dan bangunan dalam rangka pemanfaatan dan pemindahtanganan barang milik daerah.

“Kami ingin mempersiapkan personil dalam rangka pembentukan tim penaksir harga barang milik daerah. Kami juga ingin mempercepat dan menghemat anggaran dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi penilaian barang milik daerah selain tanah dan bangunan. Dengan menggunakan tim penaksir harga barang sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Sekda.

Dengan dibentuknya tim penaksir, Sekda berharap pengelolaan BMD di lingkungan Pemkab Sintang dapat dioptimalkan.

Dua pemateri dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak dihadirkan. Pelatihan teknis ini juga diikuti oleh 52 orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang dan PDAM Tirta Senentang. (*)