Berantas Buta Aksara Dengan Rp12,640 Miliar

oleh

Pemprov Kalimantan Timur memperoleh alokasi dana sebesar Rp12,640 miliar untuk menyukseskan program pemberantasan buta aksara dalam tahun 2012. <p style="text-align: justify;">"Dana tersebut bersumber dari dua mata anggaran, yakni pemerintah pusat (APBN) sebesar Rp6,695 miliar," kata Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim), Faturrahman di Samarinda, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, sisnya bersumber dari anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2012 sebesar Rp5,945 miliar.<br /><br />Dana dari kedua mata anggaran itu diarahkan untuk melakukan pembinaan terhadap 49.155 warga usia 15 tahun ke atas yang masih belum dapat membaca dan menulis (buta aksara).<br /><br />Faturrahman menambahkan, selain mendapat pembelajaran membaca dan menulis, para warga tersebut juga dibekali keterampilan yang disesuasikan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.<br /><br />Bahkan mereka juga diberi buku bacaan tentang keterampilan yang dimiliki peserta didik buta aksara, agar buku itu terus dibaca sehingga mereka tidak lupa membaca dan menulis.<br /><br />Rincian dari penggunaan biaya sebesar Rp12,640 miliar itu meliputi, untuk pendidikan dan pelatihan (Diklat) para tutor pemberantasan buta aksara senilai Rp258 juta, yakni dari APBD Kaltim yang melibatkan 30 tutor.<br /><br />Untuk motivasi kegiatan belajar dengan dana Rp185 juta dari APBD Kaltim, untuk diklat bagi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se- Kaltim dengan nilai Rp162 juta dari APBD.<br /><br />Selain itu untuk mendukung kegiatan program keaksaraan fungsional tingkat dasar yang diikuti total 5.000 orang, sedangkan dana yang digunakan sebesar Rp3,135 miliar dari APBD Kaltim.<br /><br />Demikian pula kegiatan program keaksaraan fungsional tingkat lanjutan yang diikuti 2.500 orang dengan menggunakan dana Rp1,875 miliar.<br /><br />Pameran program PNFI dibutuhkan dana sebesar Rp117 juta, untuk pembinaan teknis (Bintek) PNF Provinsi Kaltim dengan biaya sebesar Rp162 juta.<br /><br />Sedangkan dana dari APBN antara lain berbentuk bantuan keaksraan dasar bagi 7.000 orang dengan nilai Rp2,520 miliar, keaksaraan usaha mandiri bagi 8.000 orang sebesar Rp3,680 miliar.<br /><br />Selain itu untuk mendukung kegiatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) bagi 15 lembaga dengan nilai Rp450 juta, dan berupa bantuan transportasi bagi pengelola PKBM dan TBM bagi 38 orang dengan nilai Rp45,6 juta. <strong>(das/ant)</strong></p>