Beras Impor Tidak Pengaruhi Harga Pasaran

oleh

Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tenggara (Sultra), Bambang Napitupulu, mengatakan, beras impor yang didatangkan dari Vietnam tidak akan mempengaruhi harga beras lokal secara umum di pasaran. <p style="text-align: justify;">Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tenggara (Sultra), Bambang Napitupulu, mengatakan, beras impor yang didatangkan dari Vietnam tidak akan mempengaruhi harga beras lokal secara umum di pasaran.<br /><br />"Saya ingin menegaskan bahwa beras impor yang berasal dari Vietnam itu tidak mempengaruhi harga beras petani seperti ditakuti beberapa elemen masyarakat selama ini, bahwa beras impor akan menjatuhkan harga beras lokal," katanya, di Kendari, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan, beras impor tidak dilempar atau dijual ke pasaran, beras impor itu hanya untuk kebutuhan Bulog dalam rangka penyaluran raskin kepada masyarakat, termasuk untuk persediaan stok beras cadangan pemerintah.<br /><br />"Saya imbau masyarakat tani atau pedagang tidak usah risau dan kawatir akan turunnya harga beras akibat beras impor yang kita datangkan sebanyak 3.600 ton tersebut, karena itu bukan untuk kebutuhan penjualan di pasaran," ujar Bambang Napitupulu.<br /><br />Namun pedagang jangan berspekulasi untuk menaikkan harga beras dari apa yag ada saat ini dengan alasan kondisi cuaca atau alasan lain, karena jika hal itu yang dilakukan, maka Bulog akan melakukan operasi pasar dengan menggunakan beras impor tersebut.<br /><br />"Kita akan selalu mendatangkan beras dari luar, untuk memenuhi penyaluran beras raskin sebanyak 49.000 ton setahun, sementara kemampuan produksi beras petani kita melalui surplus beras yang diserap oleh Bulog, belum bisa mencukupi," katanya.<br /><br />Tetapi meskipun demikian, kita akan memaksimalkan pengadaan beras lokal berapapun jumlahnya, untuk kebutuhan penyaluan raskin, kekurangan dari itu, barulah kita datangkan dari daerah terdekat seperti Sulawesi Selatan.<br /><br />"Warga penerima raskin kita tidak mau tau, beras itu berasal dari mana, dari lokal, luar daerah atau impor, yang penting jika tiba saatnya penyaluran raskin, mereka harus mendapatkannya," pungkasnya.(Eka/Ant)</p>