Beras Oplosan Diduga Beredar Di Muara Teweh

oleh

Sejumlah warga Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menduga ada beras oplosan yang beredar di daerah setempat. <p style="text-align: justify;"><br />"Saya pernah dengar ada seorang pembeli beras mengeluhkan karena membeli beras kemasan bermerek, namun isinya justru beraroma beras bulog," kata seorang warga Muara Teweh, Dadang, Jumat.<br /><br />Menurut dia, beberapa waktu lalu ada salah seorang pembeli tersebut bercerita pada salah satu pedagang beras di Pasar Pendopo Muara Teweh, dia mengeluhkan karena dia membeli beras bermerek kemasan 10 kilogram, tapi aromanya berbau beras Bulog.<br /><br />Namun warga yang diduga jadi korban membeli beras oplosan itu tidak mau menceritakan kepada pedagang tersebut, dimana dia membeli beras.<br /><br />"Masalah ini perlu mendapat perhatian pihak terkait sebelum banyaknya dugaan warga yang membeli beras oplosan tersebut," kata dia.<br /><br />Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Barito Utara, Hajranoor mengaku baru mendengar laporan dugaan beredarnya beras oplosan.<br /><br />Dia berjanji akan menurunkan tim bekerjasama dengan pihak Bulog Muara Teweh untuk menelusuri kebenaran laporan tersebut.<br /><br />"Semua laporan dan pengaduan pasti kita tampung dan respon. Kita akan turunkan tim guna menelusuri," kata dia.<br /><br />Sebelumnya, pihaknya juga mendapat pengaduan dan laporan, atas dugaan penjualan gas elpiji diduga kurang takaran dan isi.<br /><br />"Semua kami respon, hanya saja karena terbatas alat yang dimiliki untuk memeriksa dan meneliti, pihaknya meminta bantuan balai POM di Palangka Raya," tegasnya.<br /><br />Saat ini Barito Utara juga telah memiliki Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang bertugas menampung laporan dan pengaduan konsumen.<br /><br />"Sekarang lembaga itu tinggal menunggu SK dari pusat," katanya. (das/ant)</p>