Beras Petani Banua Anam Terserap 2.400 Ton

oleh

Berdasarkan data Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Wilayah I Barabai, hingga 24 Juni ini beras dari petani di wilayah Banua Anam di Kalimantan Selatan, terserap sebanyak 2.400 ton. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Seksi Pelayanan Publik, Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai, M Husni Thambrin di Barabai, ibu kota HST, Selasa, jumlah itu masih kurang bila mengacu pada target.<br /><br />"2011 ini kita menargetkan mampu melakukan penyerapan beras dari petani sebanyak 10.000 ton sehingga capaian saat ini kekurangannya masih sekitar 7.600 ton," ujarnya.<br /><br />Hasil serapan beras dari petani tersebut terhitung untuk keseluruhan enam kabupaten yang masuk dalam wilayah Banua Anam, yaitu Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.<br /><br />Ia mengatakan, meski kekurangannya masih cukup banyak tapi pihaknya optimis hingga akhir Desember mendatang target akan dapat dicapai.<br /><br />"Saat ini petani di kawasan lebak sedang melakukan pertanaman padi dan pada Agustus mendatang akan melakukan panen," katanya.<br /><br />Karena itulah, diyakini hasil panen petani di kawasan lebak dapat terserap sehingga pada akhir Desember mendatang target serapan beras sebanyak 10.000 ton dapat terpenuhi.<br /><br />Untuk wilayah Banua Anam, seluruhnya memiliki kawasan lebak yang sebagian besar digunakan masyarakat setempat sebagai lahan pertanian pada musim kemarau.<br /><br />Kawasan lebak terluas ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah dengan luasan mencapai puluhan ribu hektar.<br /><br />Ia menambahkan, bila dilihat dari kondisi cuaca sekarang ini besar kemungkinan kawasan lebak akan mampu menghasilkan padi dalam jumlah banyak sehingga dapat diserap oleh Bulog.<br /><br />"2010 lalu kondisi cuaca tidak menentu sehingga banyak kawasan lebak yang gagal tanam dan gagal panen sehingga berpengaruh langsung pada serapan beras petani," tambahnya.<br /><br />Harga pembelian beras dari petani oleh Bulog ditentukan pemerintah sebesar Rp5.060 per kilogram dan di dapat dari pasokan para pengusaha penggilingan padi sebagai mitra dan kelompok tani.<br /><br />Beras yang diserap bisa jenis apa saja asalkan memenuhi standar yang telah ditentukan yaitu mengandung 14 persen kadar air, butir patah 20 persen, butir menir 2 persen dan derajat susu minimal 5 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>