Berawal Dari Gemar Koleksi, Hingga Jadi Pengusaha Arwana

oleh

Ternyata sebelum menjadi seoarang pengusah arwana yang terkenal hingga kemancanegara, Agus Setiawan Pemilik PT. Arwana Lestari awalnya hanya gemar koleksi-koleksi Arwana Super Red dengan jumlah yang sedikit hanya sekitar 30a ekor, hingga akhirnya Agus Setiawan memiliki sekitar 103 kolam dengan luas 22 Ha untuk 3000an ekor induk arwana. <p style="text-align: justify;">“Saya memang bukan berangkat dari bisnis Arwana, awalnya Saya hanya suka koleksi,  itu memang hobi Saya koleksi ikan dan burung, tetapi memang dari dulu Saya sukanya ikan Arwana Super Red,” ungkapnya ketika ditemui kalimantan-news.com dilokasi kolamnya di Desa Jaras, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu,  Kalimantan Barat,  Minggu (22/01/2012).<br /> <br />Dijelaskan Agus, pertama kali dirinya masukan Arwana kekolam hanya sekitar 30an ekor, diakui Agus kemudiuan selama tujuh  Tahun hingga saat ini sudah mencapai ribuan ekor ikan Arwana, untuk induknya saja kurang lebih 3000an ekor, belum lagi anak-anaknya. <br /><br />“Memang sih dari semua ikan yang ada ini bukan milik Saya sendiri ada juga yang menitipkan agar Arwananya berkembang biak atau produksi, yang namanya relasi harus tetap Kita jaga khususnya diseluruh Indonesia termasuk yang diuar negeri,karena tidak semua orang paham cara memelihara ikan tersebut,” tuturnya. <br /><br />Menurut Agus, dalam membudidayakan ikan Arwana sebenarnya bukanlah hal yang susah, hanya saja yang perlu diperhatikan yaitu kebersihan baik itu air kolam, ataupun akuarium selain itu pola makanan yang teratur, Arwana dipastikan kenyang. <br /><br />“Sebetulnya melihara Arwana paling mudah, tidak seperi yang orang bilang, yang mesti diperhatikan kebersihan dan makanan, dan apabila Arwana itu sakit perlu juga perawatan, nah yang unik lagi Arwana juga bisa setres, itu yang mengakuibatkan kadang Arwana itu mati, atau tidak produksi,” terangnya.<br /> <br />Ketika ditanya terkait pasaran, Agus mengatakan bahwa selama ini dirinya hanya memasarkan dikalangan lokal saja, belum pernah melakukan ekspor keluar Negeri, meskipun Agus mengaku bahwa dirinya saat ini sudah mengantongi izin ekspor Arwana, namun belum pernah dilaksanakannya, sebab Agus merasa urusanya terlalu berbelit-belit, karena harus mengurus lagi ke Pemerintah Pusat di Jakarta, jika dipikir-pikir harganya kata Agus beda-beda tipis aja dengan harga lokal, sementara urusannya cukup repot. <br /><br />“Saya memang sudah ada izin ekspor namun salama ini belum pernah kulakukan, karena memang urusannya ribet, lebih baik dijual disekitar Indonesia aja harganya tidak jauh beda dengan harga luar Negeri, dan itupun Saya tidak enak sama relasi yang selama ini Kita jalin dengan baik,karena itu sangat penting,”ujarnya.<br /> <br />Lebih lajut Agus menuturkan bahwa dalam memelihara Arwana tidak selamanya berjalan mulus, bahkan Agus menuturkan Arwana miliknya dalam satu kolam pernah  mati, ini terkadang disebabkan cuaca dan juga untuk produksinya dalam satu Tahun tidak bisa diprediksikan, Tahun lalu saja hanya 500 ekor yang diprediksi. <br /><br />“Tidak selamanya mulus sih dalam memelihara Arwana, tetap ada kendalanya Cuma tinggal bagaimana Kita mengatasinya,”cetus pria yang pernah menjadi Juri Kontes Arwana tingkat Internasional ini pada bulan Desember Tahun lalu di Jakarta. <br /><br />Sementara itu berbicara masalah kualitas Arwana, menurut Agus Arwana asal Kabupaten Kapuas Hulu memilik mutu yang sangat tinggi dimata dunia, karena Arwana Super Red Kapuas Hulu benar-benar nampak. meskipun demikian kata Agus dari penangkaran yang saat ini sudah menjamur tidak semua Arwana super Red memiliki kualitas yang sama. <br /><br />“Sekarang ini para penangkar Arwana sudah menjamur, Saya prediksikan usaha ini 5 Tahun kedepan orang akan lebih mengejar mana penangkar Arwana yang memilik Arwana kualitas Super Red, kalu Saya memang lebih mengutamakan kualitas tersebut, karena memang Saya paling hobi memelihara Arwana,” terangnya. <br /><br />Tidak hanya itu, Agus juga mengatakan bahwa diseluruh Negara yang ada Arwananya, Arwana asal Kapuas Hulu sangat memilik kualitas luar biasa, tidak seperti Malaysia yang memilik Arwana tidak sama kualitasnya dengan Indonesia yang ada di Kapuas Hulu, Untuk itu Agus menuturkan dirinya bersama penangkar-penagkar lainnya sudah pernah mengusulkan kepada Menteri terkait agar Arwana memilik hak paten, sehingga Negara lain tidak bisa mengaku-ngaku dengan Arwana yang Indonesia miliki.<br /> <br />“Saya bersama rekan lain sudah mengusulkan agar Arwana Kita memilik hak paten, saat itu Menteri yang bersangkutan langsung merespon dan menyuruh stafnya menidaklanjuti usulan tersebut, terakhir informasi yang Saya peroleh hak paten tersebut sedang dalam proses, karena memang mengurus Hak Paten itu ke Negara Swiss,”pungkasnya.<strong> (phs)</strong></p>