Berburu Harta Karun Di Kecamatan Belimbing

oleh

Warga Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, gempar setelah mendengar adanya cerita penemuan batu bersejarah dan Mangkuk antik berwarna putih terbuat dari keramik secara kasat mata. <p style="text-align: justify;">Batu bersejarah dan Mangkuk antik tersebut pertama kali ditemukan oleh tim seksi Kebudayaan, Kesenian dan Museum Purbakala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Melawi. Konon katanya, batu bersejarah dan Mangkuk tersebut sebelumnya tidak diketahui warga disana.<br /><br />  Seperti dikisahkan Kasi Kebudayaan, Kesenian dan Museum Purbakala Disporabudpar Melawi, Paulus Daihajon, bahwa batu bersejarah yang ditemukan pihaknya tersebut bernama Batu Dayang Nanta, yang merupakan batu berupa manusia dengan batu asah. Selain itu, sekitar berjarak 20 meter dari lokasi penemuan Batu Dayang Nanta yang dikelilingi makan-makam tua itu, juga ditemukan sebuah Mangkok antik berwarna putih dilubang dekat batu nisan makam.<br /><br />Diceritakan Paul, penemuan Mangkuk antik disekitar makam-makam tua tersebut menandakan ada kaitannya atau berhubungan dengan sejarah kerajaan di Desa Batu Nanta. “Lokasi penemuan Batu Dayang Nanta yang bernilai sejarah itu sekitar 200 meter dari jalan raya provinsi itu awalnya terlihat hanya sebuah tiang. <br /><br />Namun saat ditelusuri   seperti tiang Sandung. Biasanya, apabila ada tiang Sandun, ada makam disekitarnya,” kisah Paulus.<br /><br />Singkat cerita kata Paulus, tim menemukan   ada makam tua yang nisannya masih menggunakan batu. Menurut Paulus, ada sekitar 5 batu nisan disana. Ada pula makan yang terbesar kurang lebih 2 meter. “Dari 5 batu nisan yang ada, 1 batu nisan tumbang yang disampingnya ada lubang, dan terlihat menyerupai sebuah Tempayan,” tutur Paulus.<br /><br />“Penasaran dengan melihat lubang tersebut ada apa gerangan isinya didalam, tim pun mencoba memasukkan tangan ke dalam lubang. Alhasil, rasa penasaran pun terjawab setelah genggaman tangan keluar dari lubang memegang sebuah Mangkuk antik bukan Tempayan. Benda tersebut saat ini sudah kita amankan,” tutup Paulus.<strong> (das/alc)</strong></p>