Tahap kedua pelaksanaan Bhakti Negeri di Lintas Batas Menuju Indonesia Sejahtera dimulai di Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis. <p style="text-align: justify;">Panglima Kodam XII Tanjungpura, Mayjen Ridwan mengatakan, perbatasan merupakan daerah paling depan yang butuh komitmen bersama untuk membangunnya.</p> <p style="text-align: justify;">"Melalui kegiatan ini, diharapkan benar-benar dapat memenuhi kebutuhan atas kesehatan masyarakat," ujar dia.</p> <p style="text-align: justify;">Tahap pertama Bhakti Negeri di Lintas Batas Menuju Indonesia Sejahtera dimulai di Desa Entili, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang pada 26 Maret dan berakhir tanggal 9 April.</p> <p style="text-align: justify;">Sedangkan tahap kedua pada 11 April hingga 18 April.</p> <p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, salah satu kebutuhan masyarakat adalah pendidikan dan kesehatan yang baik.</p> <p style="text-align: justify;">Tim Bhakti Negeri di Lintas Batas Menuju Indonesia Sejahtera memberi pelayanan kesehatan dan KB secara gratis serta pendidikan ke warga perbatasan Indonesia – Malaysia di wilayah Kalbar.</p> <p style="text-align: justify;">Tim tersebut melibatkan sejumlah pihak dengan pengusul utama dari Satgas Pamtas Yonif 123 Rajawali didukung diantaranya oleh Kodam XII Tanjungpura, Universitas Tanjungpura Pontianak, BKKBN, RRI, Solidaritas Istri-istri Kabinet Indonesia Bersatu, Kantor Berita Antara dan TVRI.</p> <p style="text-align: justify;">Di bidang kesehatan, tercatat 3.510 pasien yang dilayani saat Tahap I dari tim Bakti Negeri di Lintas Batas Menuju Indonesia Sehatera. Rinciannya, katarak 37 pasien, pengobatan umum 2.773 pasien, pelayanan KB 509 (pasien implant 34 orang, pasien injeksi 159 orang, pasien pil 231 orang, dan pasien IUD 5 orang), khitanan 165 orang, bedah minor 26 pasien.</p> <p style="text-align: justify;">Tim juga memberikan bantuan kursi roda kepada Anastasya (10) penderita penyakit lumpuh sejak lahir, anak dari Bapak Aceh dan Ibu Lydia warga Desa Sei Beruang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.</p> <p style="text-align: justify;">Di bidang pendidikan, pada tahap pertama ini tim telah meresmikan 4 (empat) Rumah Pintar Rajawali yang dibangun secara swadaya oleh anggota pos Pamtas Yonif 123/Rajawali bersama masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian, menyalurkan bantuan 3.300 buku pelajaran SD untuk 11 Sekolah Dasar yang tersebar di 11 lokasi perbatasan.</p> <p style="text-align: justify;">Lalu, memberikan bantuan tenaga mengajar oleh 23 orang anggota Pos Pamtas Yonif 123/Rajawali di 11 Sekolah Dasar terpencil, mengoperasionalkan dua unit mobil pintar bantuan dari Solidaritas Istri-istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).</p> <p style="text-align: justify;">Sementara di bidang sosial dan rohani, tim telah meresmikan pembangunan 2 rumah ibadah yaitu 1 (satu) buah gereja di Desa Enteli, Kabupaten Sintang. Juga 1 (satu) buah mushola Al-Amin di Dusun Amplas Perimpah, Desa Sei Tekam Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, menyalurkan 600 buah kaos ACI (Aku Cinta Indonesia) dan memberikan bantuan 1.250 bendera di 11 desa terpencil perbatasan.</p> <p style="text-align: justify;">Pada tahap 2, tim akan mengunjungi 6 lokasi terpencil di perbatasan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sanggau.</p> <p style="text-align: justify;">Sri Murniati Dualismi Yusgiantoro dari SIKIB mengatakan, SIKIB berkomitmen untuk berpartisipasi mensukseskan program pemerintah.</p> <p style="text-align: justify;">"Untuk ikut sejahterakan masyarakat," ujar dia.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, di wilayah perbatasan, untuk memantapkan wawasan kebangsaan sebagai jati diri bangsa.</p> <p style="text-align: justify;">Acara yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Kecamatan Badau itu dihadiri ratusan warga serta rombongan dari Kodam XII Tanjungpura, SIKIB, Pemkab Kapuas Hulu, BKKBN Provinsi Kalbar, Deputi Pengendalian dan Kependudukan BKKBN Pusat Wendy Hartanto. <strong>(phs/Ant)</strong></p>